Aparat Dinilai Tak Tegas, 10 PSK Penghuni Eks Lokalisasi Madusari Magetan Terkena HIV/AIDS

10 PSK penghuni eks Lokalisasi Madusari Magetan terkena HIV/AIDS, karena aparat dinilai tidak tegas.

Aparat Dinilai Tak Tegas, 10 PSK Penghuni Eks Lokalisasi Madusari Magetan Terkena HIV/AIDS
SURYA/DONI PRASETYO
Forkopimda Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan menemui para PSK yang menempati eks lokalisasi Madusari, terkait keresahan warga setempat dengan maraknya praktek prostitusi di wilayah tersebut, Rabu (12/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sebanyak 10 orang dari 40 orang pekerja seks komersial (PSK), yang menghuni eks lokalisasi Madusari atau populer disebut Baben, di Kelurahan/Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan mengidap HIV/AIDS. Dari jumlah itu, tiga diantaranya asli warga Magetan.

Ke-10 PSK pengidap HIV/AIDS itu sampai saat ini diketahui masih melakukan praktek di lokalisasi yang sudah ditutup sejak 31 Desember 2012 lalu.

Karena ketidaktegasan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda), tempat prostitusi yang berada di komplek pemakaman Tionghwa atau "Bong Cino" itu tetap buka.

"Mestinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mengumumkan hasil tes darah PSK itu, kalau perlu identitas pengidap HIV Aids itu juga diberitahukan. Jadi PSK pembawa virus mematikan itu tidak menularkan kepada warga disini (Maospati)," ujar Atma Emanuel, tokoh masyarakat Maospati kepada Surya (Tribunjatim.com Network), di eks lokalisasi Madusari, Rabu (12/9/2018).

Menurut Atma Emanuel, kalau tidak ada pertemuan warga setempat yang resah dengan keberadaan prostitusi liar dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, kasus keberadaan PSK pengidap HIV Aids itu, tidak terungkap.

"Aparat harus tegas, prostitusi liar ini harus dibubarkan. Tidak peduli ada oknum aparat atau Satpol PP yang jadi backing. Ini kalau warga Maospati, tidak ingin penyebaran virus HIV Aids merata di Maospati," jelas Atma Emanuel.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Didik Setyo Margono membenarkan adanya PSK pengidap HIV Aids di eks lokalisasi Madusari Baben itu.

"Pemeriksaan darah PSK itu dilakukan bulan Juli 2018 lalu kepada 48 PSK. Setelah dilakukan tes di laboratorium ada 10 darah PSK tercemar virus HIV Aids dan ini sudah dilaporkan ke dinas terkait," kata Didik Setyo Margono.

Menurut Didik, dari 10 PSK pengidap HIV Aids, tiga diantaranya asli warga Magetan. Sedangkan sisanya warga dari daerah luar Magetan.

10 PSK pengidap HIV Aids itu sampai saat ini masih terlihat seperti orang sehat dan Dinkes sudah memberi pengobatan kepada penderita itu.

"Kita sebatas memeriksa, kalau ditemukan pembawa, kita obati, kemudian memberikan penyuluhan, Terkait penindakan, itu bukan kewenangan Dinkes. Termasuk juga mengumumkan identitas penderita, itu tugas penegak Peraturan Daerah (Perda) yaitu Satpol PP dan instansi terkait," jelas Didik.

Kata Didik, sesuai data di Dinkes Kabupaten Magetan, wilayah Kecamatan Maospati, jumlah warganya yang mengidap HIV Aids, tertinggi, dibandingkan warga di 17 wilayah kecamatan lain di Kabupaten Magetan. (Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved