Mengaku Bisa Siapkan Harta yang Tak Habis 7 Turunan, Wali Gadungan Ditangkap Polsek Kepanjen

Seorang pria bernama Amar alias Asep (54) warga asal Kampung Kabuyutan, Pasirjambu, Bandung mengaku sebagai keturanan seorang wali.

Mengaku Bisa Siapkan Harta yang Tak Habis 7 Turunan, Wali Gadungan Ditangkap Polsek Kepanjen
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Iptu Supriyadi selaku Kanit Reskrim Polsek Kepanjen (kanan berkacamata) saat tunjukkan pelaku gendam, di Polsek Kepanjen Rabu (12/9/2018) 

TRIBUNJATIM.COM KEPANJEN - Seorang pria bernama Amar alias Asep (54) warga asal Kampung Kabuyutan, Pasirjambu, Bandung mengaku sebagai keturanan seorang wali.

Atas modusnya tersebut ia berhasil menipu Muslih (55) pengelola bengkel las, warga Dusun Legok, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Rp 200 juta uang Muslih pun berhasil raib digondol.

Bahkan aksi penipuan ini dilakukan selama 8 bulan, korban tertipu perkataan santun Amar yang meyakinkan diri sebagai wali gadungan.

(Misi Pertama Kapolda Jatim Baru, Program Kerja 100 Hari Kamtibmas Jelang Pilpres dan Pileg)

(Orang Tuanya Tetap Harmonis Meski Sudah Bercerai, Naysilla Mirdad Tulis Tentang Kunci Kebahagiaan)

Korban mengenal pelaku sejak 24 Desember 2017 lalu.

Omongan halus tersangka berhasil memikat korban kala itu sejak pandangan pertama.

Korban semakin percaya saat tersangka dengan lihainya menunjukkan ritual yang menghasilkan gelang emas yang ternyata palsu.

Iptu Supriyadi selaku Kanit Reskrim Polsek Kepanjen menuturkan, aksi tipu muslihat tersangka sudah berlangsung selama 10 bulan lamanya.

"Modusnya tas koper dijanjikan pelaku sebagai sumber uang, meski diambil 7 keturunan tak akan habis, awalnya tersangka ini memasukkan satu gelang untuk menyakinkan korban," terang Supriyadi pada Rabu (12/9/2018).

(Syuting di Kawasan Lumpur Sidoarjo Jadi Momen Tak Terlupakan Bagi Para Pemeran Film Siap Gan!)

(Ditanya Netizen Soal Cuitan Presiden Moon Terkait Kunjungan Jokowi, Begini Balasan Gibran Rakabuming)

Kepada Supriyadi, tersangka mengaku baru sekarang ini melakukan penipuan, dulu tinggal di Bandung pernah melakukan tawuran.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun

"Baru-baru ini saja melakukan penipuan. Selama 5 tahun dulu di Bandung, pernah tawuran. Dia pendatang. Saya mengaku orangtua syeh, "ungkap tersangka saat ditanya Supriyadi.

Reporter: SURYA/Erwin Wicaksono

(Misi Pertama Kapolda Jatim Baru, Program Kerja 100 Hari Kamtibmas Jelang Pilpres dan Pileg)

(Syuting di Kawasan Lumpur Sidoarjo Jadi Momen Tak Terlupakan Bagi Para Pemeran Film Siap Gan!)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help