Penyebaran HIV/Aids di Lima Kecamatan Kabupaten Magetan Mengkhawatirkan

Penyebaran virus HIV/Aids di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur sangat mengkhawatirkan. Dari 18 wilayah kecamatan, lima kecamatan diantaranya

Penyebaran HIV/Aids di Lima Kecamatan Kabupaten Magetan Mengkhawatirkan
kolase
HIV/AIDS dan Pemulasaran jenazah 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Penyebaran virus HIV/Aids di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur sangat mengkhawatirkan. Dari 18 wilayah kecamatan, lima kecamatan diantaranya, warganya ada beberapa yang positif mengidap virus HIV/Aids.

Sesuai data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, hasil pemeriksaan darah bulan Juli 2018 lalu, dari lima kecamatan itu, Kecamatan Maospati menempati urutan pertama yang warganya terjangkiti virus HIV/Aids.

Kemudian menyusul Kecamatan Panekan, Takeran, Candirejo dan Ngariboyo.

Virus HIV ini ditularkan dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui darah, termasuk darah haid, semen (air mani), sekret (cairan) vagina, ASI (Air Susu Ibu dari ibu yang terinfeksi HIV).

Kasus Korupsi Bansos Ternak, Pengacara Benarkan Ketua DPRD Jember Hanya Bawa Uang Negara Rp 60 Juta

"Berdasarkan peraturan yg ada, penyakit seseorang tidak boleh diberitahukan kepada orang lain tanpa persetujuan pihak pasien, keluarga pasien atau pihak hukum,"kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Didik Setyo Margono.

Dikatakan Didik Setyo Margono, tidak disebutkannya identitas penderita HIV/Aids itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 tahun 2013, tentang penanggulangan HIV dan Aids, pasal 21, ayat 1, disebutkan pemeriksaan diagnosis HIV dilakukan untuk mencegah sedini mungkin
terjadinya penularan atau peningkatan kejadian infeksi HIV.

"Prinsip konfidensial sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal 21 itu, disebutkan, pemeriksaan pasien pengidap HIV harus dirahasiakan dan hanya dapat dibuka kepada, pasien (penderita), tenaga kesehatan yang menangani, keluarga terdekat, dalam hal yang bersangkutan tidak cakap, pasangan seksual, dan pihak lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,"jelas Kabid P2PL ini.

Terungkapnya warga di lima kecamatan di Magetan pengidap virus HIV itu, setelah tokoh masyarakat Maospati, Kabupaten Magetan Atma Emanuel menyebutkan banyaknya Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Madusari, atau populer disebut Baben yang sudah ditutup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sejak 31 Desember 2012, mengidap HIV/Aids.

Dinkes Kabupaten Magetan membenarkan, dari 40 PSK penghuni eks lokalisasi Baben itu yang diperiksa darahnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Juli 2018, terdapat 10 orang PSK yang positif mengidap HIV/Aids. Ke-10 penderita HIV/Aids itu sampai sekarang masih praktek di Baben, tanpa diketahui warga setempat.

Kejaksaan Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Kantor Kecamatan

Suburnya praktek prostitusi liar di wilayah Maospati, Kabupaten Magetan meresahkan warga masyarakat terutama warga di Kelurahan/Kecamatan Maospati. Warga Maospati minta aparat setempat bertindak tegas dan membubarkan praktek prostitusi liar di wilayah itu.

Namun sampai hari ini, praktek prostitusi liar berkedok warung remang remang dan rumah karaoke itu masih marak di seputar eks lokalisasi Baben, Jalan Agung dan Jalan Maospati - Solo. Diduga lokasi prostitusi liar itu di back-up aparat setempat. (tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved