Antisipasi Debu Oprit Timur Jembatan Brawijaya Bakal Disiram

Untuk mengantisipasi debu yang berterbangan menyusul pembukaan oprit sisi timur Jembatan Brawijaya, Kota Kediri bakal dilakukan penyiraman jalan.

Antisipasi Debu Oprit Timur Jembatan Brawijaya Bakal Disiram
(Surya/Didik Mashudi)
Alat berat membongkar jalan di sisi timur pintu masuk Jembatan Brawijaya, Kota Kediri, Rabu (12/9/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Untuk mengantisipasi debu yang berterbangan menyusul pembukaan oprit sisi timur Jembatan Brawijaya, Kota Kediri bakal dilakukan penyiraman jalan. Sesuai rencana areal oprit mulai dibuka, Sabtu (15/9/2018).

Potensi debu ini terjadi karena jalan yang telah ditimbun dengan tanah uruk yang dipadatkan masih belum dilakukan pengaspalan.

Sehingga dengan kondisi cuaca yang panas areal oprit berpotensi memunculnya debu.

Kondisi titik oprit yang ada di pertemuan ujung Jalan Brawijaya, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Mayjen Sungkono telah ditimbun dengan tanah uruk yang dilapisi dengan batu koral. Namun permukaan jalan ini masih belum diaspal.

Saat jalur di lokasi oprit mulai dibuka, arus lalulintas yang sempat dialihkan bakal dibuka kembali seperti jalur semula.

Hutan Gunung Argopuro di Jember Terbakar

Sunarto, Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Kediri menjelaskan, pembangunan oprit dengan tanah uruk sudah dapat diselesaikan sesuai rencana selama tiga hari.

Malahan untuk mempercepat sesuai dengan tenggat waktu, pengerjaan oprit juga dikebut siang dan malam. "Sesuai rencana Sabtu (15/9/2018) mulai pukul 00 sudah kita buka," jelasnya.

Dijelaskan Sunarto, untuk pengaspalan jalan sendiri baru bisa dilakukan kalau sudah melalui tes pemadatan atau urukan kelas A. Sehingga untuk pengaspalan jalan masih menunggu beberapa waktu lagi.

Sedangkan untuk mengantisipasi debu di sekitar areal oprit bakal dilakukan penyiraman secara periodik.

"Ada petugas yang ditugaskan untuk melakukan penyiraman," jelasnya.

Mantan Bupati Mojokerto Paksa Dua Perusahaan Tower Bayar Fee Perizinan Rp 4,4 miliar

Pantauan Surya (Tribunjatim.com), lokasi di areal oprit sendiri hingga kemarin tinggal dilakukan pemadatan. Sebuah alat berat hilir mudik memadatkan tanah uruk serta menyirami terlebih dahulu sehingga meminimalisir debu.

Penyelesaian pembangunan Jembatan Brawijaya dilakukan PT Fajar Parahiyangan pada 5 Juli dan selesai akhir Desembar 2018. Pengerjaan Jembatan Brawijaya telah dianggarkan Rp 11 miliar dari APBD Kota Kediri 2018.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved