Pileg 2019

KPU Jatim Gelar Rekapitulasi Perbaikan DPT Pemilu 2019, 54 Ribu Data Ganda Dicoret

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim mencoret 54.940 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2019 mendatang.

KPU Jatim Gelar Rekapitulasi Perbaikan DPT Pemilu 2019, 54 Ribu Data Ganda Dicoret
SURYA/BOBBY KOLOWAY
KPU Jatim saat melakukan rekapitulasi suara tingkat provinsi Pilgub Jatim 2018, Sabtu (7/7/2018) di Grand City Mall Surabaya. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim mencoret 54.940 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2019 mendatang. Sehingga, jumlah pemilih pun berubah dari yang awalnya 30.554.761 kini menjadi 30.490.255 pemilih.

Komisioner KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan, sesuai dengan rekomendasi dari KPU RI, Bawaslu RI, hingga Bawaslu Jatim, pihaknya telah melaksanakan langkah konsolidasi di tingkat kabupaten/kota, hingga kecamatan, desa dan kelurahan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari klaim partai politik yang menyebut ada enam juta lebih yang DPT.

Sedangkan khusus untuk Jawa Timur, datanya mencapai 300.297 pemilih.

"Data itu selanjutnya kami lakukan proses verifikasi dengan mengajak bawaslu dan partai politik di tingkat kabupaten kota," kata Anam ketika ditemui di Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Perbaikan Pemilihan Umum tahun 2019 di Surabaya, Jumat (14/9/2018).

Viral Kisah Kehidupan Orang-orang Tajir Surabaya di Tagar #CrazyRichSurabayan, Sosiolog: Lucu-lucuan

Dari hasil pencermatan tersebut, pihaknya tak memungkiri memang menemukan data DPT Ganda di Jatim.

"Namun, jumlahnya tak sebesar klaim Bawaslu maupun parpol. Jumlahnya sekitar 54 ribuan pemilih," kata Anam.

Besarnya perbedaan antara data yang ditemukan Bawaslu Jatim dengan data yang dicoret KPU menurut Anam disebabkan kesalahan dari proses pencermatan.

"Jadi, kami telusuri secara bersama. Angka tersebut ada ganda yang berganda. Contoh, satu orang disebut sampai ganda sepuluh. Padahal hanya dua," padahal tidak seperti itu.

"Pada intinya, memang ada DPT ganda itu. Namun, dari DPT ganda itu kemudian ada kesalahan analisis dari partai politik maupun di Bawaslu di daerah tertentu yang membuat data berganda semakin banyak," katanya.

Komedian Jatim Bicara Soal Fenomena Viral Masuk Pak Eko, Mengaku Sebagai Pencipta Jargon

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved