Tergoda Iming-iming Uang yang Tak Habis 7 Turunan, Warga Kepanjen Bayar Ratusan Juta untuk Ritual

Warga Kepanjen Malang ini membayar ratusan juta untuk ritual, setelah tergoda iming-imingi uang yang tak habis 7 turunan,

Tergoda Iming-iming Uang yang Tak Habis 7 Turunan, Warga Kepanjen Bayar Ratusan Juta untuk Ritual
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Muslih (55) korban penipuan gendam saat menceritakan apa yang dialaminya di bengkel las miliknya di Dusun Legok, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jum'at (14/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami oleh Muslih (55) warga Dusun Legok, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pria yang berprofesi membuka jasa bengkel pengelasan itu, mengaku kehilangan uang hingga Rp 200 juta akibat digendam atau dihipnotis oleh Amar alias Asep, warga asal Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Kasus gendam yang menimpa Muslih tersebut sudah diketahui oleh semua warga.

Ditemui Surya (Tribunjatim.com Network) di bengkelnya, Muslih mencoba menceritakan kronologis dirinya kena gendam hingga kehilangan uang ratusan juta dalam sekejap.

Memanen Ikan Gurami 3,5 Ton Rp 78 Juta Tak Mau Bayar, Emak-emak di Tulungagung Dilaporkan Polisi

Menurutnya, peristiwanya terjadi pada Desember 2017. Waktu itu, Asep yang berasal dari Bandung tiba-tiba menghampiri bengkel Muslih untuk minta diberi pekerjaan.

Muslih yang merasa kasihan dengan kondisi Asep akhirnya menerima pria asal Bandung itu bekerja di bengkelnya.

"Awalnya karena merasa kasian, dia mengaku tidak punya pekerjaan, saya tanya bisa buat batako dan ngelas. Akhirnya saya terima," ujarnya, Jumat (14/9/2018).

Asep yang berperilaku santun saat bertutur kata dan tak jarang berceramah untuk selalu mengingatkan Muslih agar tidak lupa salat dan tidak berbuat maksiat dan berbagai siraman rohani membuat Muslih terkesan. Dari situ, Muslih mulai simpatik dengan perkataan Asep.

Wanita ini Pingsan dan Terpental dari Motor, Kena Bogem Mentah Pemotor saat Jalanan Surabaya Macet

Sampai akhirnya, Asep mulai berbicara soal sebuah ilmu yang diwarisinya sebagai seorang titisan wali. Bahkan Asep menyebut dirinya sebagai wali.

"Saat Asep menyuguhkan minuman kepada saya, herannya saya mau," kata Muslih.

Halaman
123
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help