Warga Jombang Ditangkap di Bintan Karena Bawa Sabu 3,1 Kilogram

Warga Jombang ditangkap setelah mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di Bintan, Kepulauan Riau

Warga Jombang Ditangkap di Bintan Karena Bawa Sabu 3,1 Kilogram
Ilustrasi sabu 

TRIBUNJATIM.COM - Warga Jombang ditangkap setelah mengedarkan narkoba di Bintan

Didik (37), warga Jombang, Jawa Timur, tidak bisa berkutik setelah dirinya tertangkap tangan akan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 3,1 kilogram.

Didik ditangkap di Hotel Pinang City, Gudang Minyak, sekitar pukul 17.30 WIB, yang merupakan hasil pengembangan dari Satnarkoba Polres Bintan dan BNNP Kepri.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat.

Kumpulan Respon Usulan Berbahasa Inggris di Debat Capres, Pengakuan Sandi hingga Sebut Nama Soeharto

Dipuji Bocah-bocah SD Lucu, Soeharto Malah Tak Senang, Ucapannya Terbukti Saat Jabatannya Tumbang

Begitu dilanjutkan ternyata benar akan ada transaksi narkoba di sekitar kawasan Lobam, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

"Pengakuan Didik, barang haram ini didapatnya dari Malaysia. Namun dirinya tidak ke Malaysia, melainkan ada seseorang yang mengantarkan sabu tersebut ke Lobam," kata Boy menirukan pengakuan Didik, Jumat (14/9/2018).
Berdasarkan keterangan Didik, lanjut Boy sabu tersebut akan dibawa pelaku ke Madura melalui jalur laut, yakni dengan kapal Pelni.

" Sabu ini akan dibawa pelaku ke Madura menggunakan kapal Pelni dari pelabuhan Kijang, Bintan," jelas Boy.

Dari kegiatan ini, sambung Boy, Didik mendapatkan upah Rp 35 juta untuk sekali jalan.

"Pelaku sudah dua kali melakukan hal ini, dan dari kedua perjalanan itu, pelaku diupah dengan nilai yang sama, yakni Rp 35 juta," terang Boy. Ditanyai siapa teman pelaku yang telah mengantarkan sabu tersebut, Boy mengaku masih melakukan pendalaman.

Dibungkus aluminium foil Dalam memuluskan aksinya, salah satu cara dilakukan jaringan pengedar narkoba internasional adalah dengan berupaya mengelabui mesin X-Ray.

Yakni dengan cara membalut sabu-sabu menggunakan aluminium foil, lalu dibungkus menggunakan lembaran busa.

"Hal ini mereka lakukan supaya tidak terlihat saat melewati mesin X-Ray. Secara pastinya kami belum mencoba. Tapi berdasarkan pengakuan tersangka yang sudah dua kali membawa narkoba dari Malaysia, hal ini sepertinya memang masuk akal," ungkap Boy.

Hal ini, menurut Boy, tentunya harus diantisipasi demi mencegah masuknya sabu, khususnya dari luar negeri ke Indonesia melalui Kepri.

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved