Pendaftaran CPNS 2018

Jumlah Formasi CPNS Kota Batu Berkurang, Ini Alasan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

umlah formasi untuk penerimaan CPNS di Kota Batu dipangkas. Yakni awalnya mengajukan 265 kursi, menjadi 236 kursi saja.

Jumlah Formasi CPNS Kota Batu Berkurang, Ini Alasan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko
TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH KS
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Jumlah formasi untuk penerimaan CPNS di Kota Batu dipangkas. Yakni awalnya mengajukan 265 kursi, menjadi 236 kursi saja.

Berkurangnya angka itu tentu memiliki alasan. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan pemangkasan ini guna untuk memaksimalkan pejabat yang ada.

Walaupun di satu sisi, Dewanti Rumpoko mengakui kalau jumlah PNS di Batu berkurang, terutama dibidang pendidikan.

Dikatakannya sebenarnya jumlah 265 ini sudah disetujui oleh KemenpanRB.

Menikmati Eksotisme Pantai Ngudel di Malang Selatan, Berasa Pantai Milik Sendiri

"Hanya saja kami memampatkan lagi jumlah ini agar tidak terlalu banyak," kata Dewanti, Minggu (16/9/2018).

Dewanti Rumpoko menjelaskan, ia lebih memaksimalkan pejabat yang ada, seperti kenaikan pangkat. Memang kuota CPNS ini untuk menutupi kekosongan karena banyak pejabat yang pensiun.

Dewanti Rumpoko menginginkan pejabat yang ada saat ini lebih difungsikan lagi dibidangnya masing-masing.

Dewanti mengungkapkan bukan berarti pejabat yang ada saat ini harus ekstra kerja keras, tetapi memang harus bekerja sesuai bidangnya dengan maksimal.

Link LIVE STREAMING: Borneo FC Vs Persib Bandung, Wajib Menang Untuk Tetap Jadi Pemuncak

"Terutama untuk guru ya, karena kami paling banyak membutuhkan dibidang pendidikan. Untuk yang lainnya bisa nanti ditata. Jadi ini sekalian kami menata pejabat PNS," imbuh Dewanti Rumpoko.

Jumlah 236 terdiri dari tiga bidang, yakni, guru, kesehatan dan tenaga teknis. Dengan rincian Tenaga Guru ada 181 kursi, Tenaga Kesehatan ada 36 kursi, Tenaga Teknis ada 12 kursi, dan sisanya ada 7 kursi untuk tenaga honorer. Namun, jumlah 236 itu masih bisa saja berubah. (Sun)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help