Ke Magetan Lewat Tikungan Mojosemi, Awas, Puluhan Kendaraan Jadi Korban Jalur Jurang ini

Awas, puluhan kendaraan menjadi korban jalur jurang saat mau ke Magetan lewat tikungan Mojosemi.

Ke Magetan Lewat Tikungan Mojosemi, Awas, Puluhan Kendaraan Jadi Korban Jalur Jurang ini
SURYA/DONI PRASETYO
Kanit Lantas Pos 90 Plaosan Polres Magetan Ipda Ahkmad Suryani menunjukkan tikungan tajam yang sudah puluhan kali menelan korban pengendara roda dua, mobil, bus dan truk selama 2018 ini, di jalur Plaosan - Mojosemi, Desa Ngancar, Plaosan Magetan, Rabu (19/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Puluhan kendaraan masuk jurang sedalam 20 meter di tikungan tajam di kawasan hutan Mojosemi, Gunung Lawu yang berada di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan selama tahun 2018 ini. Kendaraan yang celaka beragam, mulai sepeda motor, mobil pribadi hingga bus. 

Kanit Lantas Pos 90 Plaosan, Polres Magetan Ipda Ahkmad Suryani mengatakan, dari puluhan kejadian kecelakaan tesebut sebagian tidak dilaporkan. Biasanya yang tidak dilaporkan adalah kecelakaan yang menimpa sepeda motor dan mobil pribadi.

Padahal, dari beberapa kejadian kecelakaan karena tidak faham kondisi jalan yang menikung di Mojosemi itu, tidak sedikit yang mengalami luka berat.

"Bahkan, dari puluhan kejadian kecelakaan di tikungan Mojosemi yang berada diatas taman wisata Mojoseni Park, satu orang meninggal, lainnya luka berat dan ringan," ujarnya, kepada Surya (Tribunjatim.com Network), Rabu (19/9/2018).

Ahkmad Suryani berharap pemerintah bisa memasang Roller Barrier atau pagar pemutar, karena pemasangan guardrail (pagar pengaman) di jalur milik provinsi tersebut dinilai sudah tidak efektif, agar tidak bisa lagi mengurangi kecelakaan ditikungan itu.

Menurut Ahkmad Suryani, roller barrier adalah perlengkapan pengaman yang mencegah pengemudi dan penumpang dari kecelakaan fatal, dengan tidak hanya menyerap energi shock tetapi juga mengubah energi kejutan menjadi energi rotasi.

"Roller barrier berbeda fungsinya dengan guardrail. Roller barrier itu semacam pagar penghalau, fungsinya kendaraan yang menabrak akan dibelokkan kembali ke jalan, tidak langsung terjun. Kalau guardrail itu menahan benturan, tapi nyatanya guardrail tidak lagi berfungsi," bebernya.

Untuk tikungan Mojosemi ini perlu roller barrier sepanjang kurang lebih 30 meter. Padahal di kawasan hutan Mojosemi itu ada beberapa tikungan tajam berkelok kelok.

"Tikungan Mojosemi itu sudah dipasang guardrail beberapa kali oleh Pemerintah Provinsi, tidak hanya guardrail, juga tembok beton dan fasilitas lampu bertenaga surya. Tapi semua rata dengan tanah ditabrak kendaraan, sebelum masuk jurang sedalam kurang lebih 20 meter," imbuhnya.

Jalan kawasan hutan Mojosemi diatas Gunung Lawu itu merupakan jalan alternatif dari Jatim menuju Jawa Tengah yang dibangun sekitar tahun 2006 lalu.

Di kawasan jalan ini selain naik turun sangat tajam, juga berkelok kelok. Biasanya pengemudi yang kecelakaan ditempat itu, karena tidak faham kondisi jalan. (Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved