Pesta Rakyat, PKL Magetan Diminta Bayar Rp 2,3 juta

Para PKL di Magetan diminta membayar sebesar Rp 2,3 juta saat digelarnya pesta rakyat yang akan dibuka Bupati Terpilih.

Pesta Rakyat, PKL Magetan Diminta Bayar Rp 2,3 juta
SURYA/DONI PRASETYO
Puluhan PKL saat mendatangi Kantor Disperindag Magetan, Kamis (20/9-2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pesta Rakyat pertama rencananya akan dibuka Bupati Magetan Terpilih Suprawoto, memamerkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Tapi, sayang ada pihak yang memanfaatkan dan mencari untung dengan diduga menarik biaya sebesar Rp 2,3 juta per kavling kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Memang dari Dinas Perdagangan (Disperindag) belum secara resmi ngomong masalah biaya sewa per kavling, karena acara ini diserahkan ke EO (Event Organizer), pihak EO ini yang menyampaikan biaya sewa tempat per kavling 3 x 3 sebesar Rp 2,3 juta, dan Rp 750 ribu tanpa tenda," beber Andik Tanjung, Juru Bicara PKL Magetan kepada Surya (Tribunjatim.com Network), di kantor Disperindag, Kamis (20/9/2018).

Pihak EO ini, kata Andik Tanjung, mengirimkan biaya sewa tempat per kavling itu tidak hanya ke satu pedagang, tapi ada beberapa pedagang yang chat whatsapp (WA) ke pimpinan EO yang diserahi Disperindag.

"Tidak hanya masalah biaya sewa, tapi juga layout tempat dan kavlingan yang sudah disewa PKL. Jadi ini bukan hoax atau isu, ini benar. Jadi kalau ada yang mengatakan isu, itu tidak benar," katanya, yang mendatangi kantor Disperindag setempat dengan puluhan PKL itu.

Menurut Andik Tanjung, selama ini pedagang tidak keberatan ditarik biaya sewa tempat sebesar Rp 250 ribu, dan itu sudah berjalan bertahun tahun. Tapi setelah diserahkan ke EO, biaya berlipat tiga kali.

"Kalau tempat tanpa tenda, sewa Rp 750 ribu, itu naik tiga kali lipat. Kalau pakai tenda hampir delapan kali lipat biaya sewanya. Biaya sebesar itu hanya untuk 11 hari dari tanggal 4 - 14 November 2018 , bayangkan, pedagang belum makan, sudah dimakan orang lain," ucapnya.

Ternyata tidak hanya masalah biaya sewa tempat, tapi juga tidak dipakainya lagi kelompok pedagang dan hiburan dari Magetan, karena pihak EO sudah menggandeng kelompok hiburan dari luar daerah.

"Ini namanya gelar produk UMKM, untuk pedagang kecil kayak kita. Tapi setelah kita repot-repot ngurus izin, ternyata penyelenggara malah mendatangkan kelompok hiburan dari daerah lain. Padahal tahun tahun sebelumnya, tidak pernah memasukkan kelompok hiburan luar daerah," sergah Samadyo, Penannggungjawab PKL Magetan.

Kepala Disperindag Kabupaten Magetan Rahmat Edy yang dikonfirmasi usai pertemuan dengan pedagang membenarkan penyerahan penyelenggaraan Gelar Pesta Rakyat tahun 2018 ini ke EO yang disebut PKL.

"Kami sampai sekarang belum ketemu EO itu untuk membicarakan biaya sewa itu. Kalau sekarang beredar list biaya sewa Rp 750 ribu dan Rp 2,3 juta pakai tenda, itu isu dan tidak benar. Kami belum menentukan harga," ucap Rahmad Edy.

Rahmad Edy berjanji ke para PKL untuk minta keringanan biaya sewa agar tidak tinggi dan memberatkan seperti isu yang beredar, yakni dari Rp 750 ribu sampai Rp 2,3 juta per kavling itu.

"Nanti kalau ketemu akan kita sampaikan keluhan PKL itu. Kita akan minta biaya jangan sampai tinggi tinggi," imbuhnya. (Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved