Menteri Sosial Targetkan Transformasi Rastra ke BPNT Rampung Awal Tahun Depan

- Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan program transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPN

Menteri Sosial Targetkan Transformasi Rastra ke BPNT Rampung Awal Tahun Depan
Kompas.com
Agus Gumiwang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan program transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa selesai seratus persen pada bulan Februari 2019.

Hal tersebut diungkapkan Agus Gumiwang usai memimpin rapat kerja teknis transformasi Rastra ke BPNT, Selasa (25/9/2018) di Hotel Mercure, Jalan Darmo, Surabaya.

Agus Gumiwang mengatakan, target itu akan diselesaikan secara bertahap di semua sektor.

Djanur Kembali Pimpin Latihan, Tim Bajul Ijo Mulai Fokus Pada Taktik Persiapan Lawan Arema FC

"Di sektor III (Jatim, Maluku, Sulawesi, Papua), sampai bulan September sudah mencapai 40 persen, nanti saya akan mendorong semua unit termasuk di sektor 1,2,3 agar target kita nanti pada akhir tahun transformasi ini bisa sampai 60-70 persen, setelah itu awal bulan Februari kita targetkan 100 persen di semua sektor," kata Agus Gumiwang kepada Tribunjatim.com.

Program tranformasi ini, jelas Agus merupakan bentuk dari upaya pemerintah agar program Rastra dan BPNT itu bisa berjalan lebih efektif.

"Harapannya bisa tepat sasaran dan tepat waktu, tepat kualitas, tepat administrasi, tepat tempat itu bisa tercapai," kata Agus Gumiwang kepada Tribunjatim.com.

Ini Sikap dan Reaksi Manajemen Arema FC Terkait Keputusan Menpora untuk Hentikan Sementara Liga 1

Agus menjelaskan bahwa dari program tersebut setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan sebesar Rp 110.000 setiap bulannya.

"Tentunya ini akan mempermudah para masyarakat karena yang pertama masyarakat mempunyai keleluasaan untuk membeli barang sesuai dengan kualitas yang diingini dan yang kedua juga tidak ada batas waktu yang harus mereka belanjakan karena yang kita kirim itu dana cash nya Rp110.000 per bulan bukan sembakonya," kata Agus.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved