Polisi Kesulitan Evakuasi Bus Pengangkut Siswa SMK PGRI yang Terjun ke Jurang Mojosemi Magetan

Evakuasi bus pengangkut siswa SMK PGRI yang terjun ke jurang Mojosemi Magetan mengalami kesulitan dan bikin polisi sempat was-was.

Polisi Kesulitan Evakuasi Bus Pengangkut Siswa SMK PGRI yang Terjun ke Jurang Mojosemi Magetan
SURYA/DONI PRASETYO
Bnagkai Bus Pariwisata PO Suka Damai saat akan dievakusi dari Mojosemi, di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan, Kamis (27/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Evakuasi bangkai bus pariwisata PO Suka Damai yang terjun ke jurang Mojosemi, Magetan sedalam 25 meter saat mengangkut rombongan SMK PGRI 1 Karanganyar sempat mengalami kendala serius, Kamis (27/9/2018).

Cukup dalamnya jurang, membuat bangkai sulit untuk diangkat. Meskipun sudah didatangkan alat berat dari PT Inka Madiun untuk mengangkatnya. Butuh waktu sangat lama untuk bisa mengangkat bangkai bus.

Sebelumnya, akibat kecelakaan maut yang menimpa bus pariwisata PO Suka Dama, Selasa (25/9/2018), dua orang meninggal dunia. Yakni, pengemudi bus dan pemandu wisata. Selain itu, empat orang luka dan sejumlah lainnya luka ringan.

Bus Rombongan Siswa SMK PGRI 1 Karanganyar Terjun ke Jurang Mojosemi, 1 Tewas dan 4 Luka Berat

Karena belum juga dapat dievakuasi, Polres Magetan dan perusahaan otobus mendatangkan ekskavator dibantu dua truk kecil. Karena terjalnya medan, evakuasi akhirnya dilakukan dengan cara di tarik melewati jalan darurat yang dibuat ekskavator mini itu.

Namun sebelum proses evakuasi dilakukan, tim dari Unit Analisa Kecelakaan Lalu Lintas Polda Jatim melakukan olah TKP penyebab terjadinya kecelakaan.

"Tim dari Unit Analisa Kecelakaan Lalu Lintas (Traffic Accident Analysis) datang melakukan olah TKP untuk mencari penyebab Laka Lantas ini," ujar Kasat Lantas Polres Magetan AKP Himawan Setiawan, kepada Surya (TribunJatim Network), Kamis (27/9/2018).

Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Hebat Beruntun di Jalan Raya Pantura Situbondo

Menurut Himawan, ada tiga hal yang menjadi penyebab laka lantas akibat human error, pertama memang sepenuhnya lalai, misal melaju dengan kecepatan tinggi. kedua adalah faktor kelelahan dan yang ketiga sengaja melakukan pelanggaran rambu.

"Kalau kecelakaan di tikungan Mojosemi biasanya pengemudi tidak menguasai medan, yang berkelok kelok turun naik. Kalau tidak hafal medan bisa fatal," jelasnya.

Sementara itu, sulitnya evakuasi karena bus berada di jurang yang cukup dalam dan terhalang pohon. Sedang alat derek untuk menarik bus keatas tidak memadai. Karena itu diusahakan membuat jalan darurat dengan bantuan ekskavator mini itu.

Nekat Nyalip saat Jalan Macet, Dump Truk Kecelakaan di Kota Tuban dan Pengemudi Terjepit

"Ekskavator yang kami pinjam dari PT INKA sebenarnya yang dipastikan bisa mengangkat keatas karena memiliki tonase besar. Tapi kendalanya mobil derek itu tidak berani naik hingga Mojosemi. Akhirnya kami menggunakan ekskavator mini ini," imbuh Himmawan.

Kecelakaan bus wisata yang mengangkut siswa SMK PGRI 1 Karanganyar, yang akan Kunjungan Industri ke Madiun dan Bali, namun baru sampai tikungan Mojosemi, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosam, Magetan bus selip dan terjun ke jurang sedalam 25 meter.

Bus PO Suka Damai yang berisi 40 penumpang, dua orang tewas setelah mendapat perawatan di RSUD dr Sayidiman, Magetan, empat luka berat di rawat di RSU Provinsi Jatim dr Soedono, Kota Madiun, sedang sisanya luka ringan dirawat di RSUD Karanganyar, Jawa Tengah. (Doni Prasetyo)

Wanita ini Pingsan dan Terpental dari Motor, Kena Bogem Mentah Pemotor saat Jalanan Surabaya Macet

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved