Tinggi Muka Air Waduk Bening Madiun Turun Delapan Meter Akibat Kemarau

Meski debit air turun delapan meter, namun masih berada di atas rencana alokasi air tahunan (RAAT), yang telah ditentukan, yakni 99,74 mdpl.

Tinggi Muka Air Waduk Bening Madiun Turun Delapan Meter Akibat Kemarau
SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Waduk Widas atau Waduk Bening Madiun mengalami penurunan debir air akibat musim kemarau, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Musim kemarau mengakibatkan debit air di sejumlah waduk berkurang.

Misalnya di Waduk Widas atau yang lebih dikenal dengan Waduk Bening Madiun, dari yang awalnya tinggi muka air (elevasi) 108,60 mdpl, turun menjadi 100, 90 mdpl saat ini.

"Penurunan debit air sudah mulai sejak Februari, tapi bertahap. Hingga saat ini sudah berkurang sekitar delapan meter,"  kata pengatur Waduk Bening, Nur Hamid, saat ditemui di kantornya, Jumat (28/9/2018) pagi.

Ia menuturkan, meski debit air turun delapan meter, namun masih berada di atas rencana alokasi air tahunan (RAAT), yang telah ditentukan, yakni 99,74 mdpl.

Warga Ngeluh Terganjal Syarat IPK 3.00 untuk Daftar CPNS, DPRD Madiun Langsung Panggil Sekda dan BKD

Tanggapi Tuntutan Copot Kepala SMKN 1 Surabaya, Pakde Karwo Sebut Gubernur Tak Boleh Otoriter

Namun, apabila tinggi muka air sudah mencapai 96 mdpl, maka air sudah tidak dapat dialirkan untuk kepentingan pengairan.

Waduk yang memiliki kedalaman sekitar 33 meter ini memang berfungsi sebagai irigasi untuk 9.000 hektare lahan pertanian di empat kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Pada musim kemarau seperti saat ini, sebagian besar petani di Nganjuk sangat membutuhkan air, untuk tanaman padi dan bawang merah.

Resmi Dilantik, Novi-Marhaen Ingin Bangun Kembali Kepercayaan Masyarakat Nganjuk pada Pemerintah

Murni Mengaku Culik Bayi Tetangga di Surabaya dan Membawanya ke Bekasi untuk Rujuk dengan Suami

"Kalau untuk kebutuhan pertanian jelas kurang. Tapi kalau untuk pariwisata tidak berpengaruh," katanya.

Dia mengatakan, pada saat kondisi normal, outflow atau pengeluaran air mencapai 2 meter kubik per detik.

Sementara, pada saat kondisi musim kemarau, air yang dikeluarkan hanya 1,75 meter kubik per detik.

Minta Diangkat Jadi PNS, Ratusan Guru Honorer di Bojonegoro Gelar Aksi Unjuk Rasa

Apabila hujan tidak segera turun, maka bisa dipastikan air waduk akan menyusut dengan cepat.

Sebab, inflow atau air yang masuk ke waduk hanya 0,85 meter kubik per detik. (Rahardian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved