Wabup Raja'e Targetkan Pamekasan Masuk 10 Besar Kabupaten Maju di Jatim dalam Sepuluh Tahun ke Depan

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Raja'e memasang target dalam sepuluh tahun ke depan, Pamekasan akan tergabung dalam 10 kabupaten maju.

Wabup Raja'e Targetkan Pamekasan Masuk 10 Besar Kabupaten Maju di Jatim dalam Sepuluh Tahun ke Depan
SURYA/AHMAD FAISOL
Wabup Pamekasan Raja'e dalam Penandatanganan Kerja Sama dan Focus Discussion di Laboratorium Lapang Pusat Unggulan Iptek (PUI) Garam Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Desa Padelegen, Kecamatan Pademewu, Kabupaten Pamekasan, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Raja'e memasang target dalam sepuluh tahun ke depan, Pamekasan akan tergabung dalam 10 kabupaten maju di Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Raja'e usai menghadiri Penandatanganan Kerja Sama dan Focus Discussion di Laboratorium Lapang Pusat Unggulan Iptek (PUI) Garam Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Desa Padelegen, Kecamatan Pademewu, Kabupaten Pamekasan, Jumat (28/9/2018).

"Kami menargetkan dalam 10 tahun ke depan, Pamekasan masuk sepuluh besar kabupaten maju di Jatim," ungkap wabup yang baru lima hari dilantik itu.

Mantan Anggota DPRD ini Jadi Bupati Pamekasan, Ini Program 100 Hari yang Dilakukan Usai Dilantik

Gugah Kesadaran Pengendara, Satlantas Polres Bangkalan Bagi-bagi Helm

Dalam diskusi bertemakan "Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Garam serta Pembentukan Konsorsium Garam" itu, UTM menghadirkan PT Garam Persero selaku industri pengguna dan pengolah garam.

Hadir pula perusahaan dari luar negeri seperti PT Cheetam Garam Australia, Shuzukatsu Garam Jepang, PT Anta Tirta, dan pemerintah Jepang yakni Japan International Cooperation Agency.

Sedangkan pemerintah pusat diwakili Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Maritim, sejumlah SKPD di Kabupaten Sampang, perbankan, dan para petani garam.

Makan Konate Akui Laga Amal Lawan Madura United Baik untuk Arema FC Jelang Lawan Persebaya

Raja'e mengaku bangga lantaran Pamekasan sebagai jantung kabupaten di Madura, bisa dihadiri perusahaan-perusahaan garam luar negeri.

"Pada diskusi ini hadir pula para intelektual dan ilmuwan dari Jatim. Termasuk perwakilan dari UGM (Universitas Gajah Mada)," ujarnya.

Ia berharap, diskusi garam tersebut bisa menghasilkan poin positif yang bisa dijadikan landasan dan pondasi dalam menelurkan kebijakan.

"Kami baru lima hari menjabat. Namun kami minta hasil dari diskusi ini dibukukan untuk bahan kajian. Sehingga tak ada lagi impor garam," pungkasnya.

Ingin Lolos 8 Besar Liga 2 Lebih Awal, Madura FC Kejar Kemenangan Kala Jamu Martapura FC

Kakak-Adik Pengedar Narkoba di Simo Gunung Akui Dapat Sabu-Sabu dari Jaringan di Lapas Pamekasan

Dalam kesempatan tersebut, UTM juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UGM, Suzukatsu Co, Ltd, dan PT Anta Tirta Karisma.

UTM ditetapkan sebagai Kampus PUI Garam oleh Direktorat Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada November 2017.

Dengan Laboratorium Lapang PUI Garam, UTM tengah mengembangkan knowledge development, technology development, dan business development.

Pemungutan Ulang di Sampang Dilaksanakan 27 Oktober, Begini Persiapannya

Rektor UTM Muh Syarif mengungkapkan, pengembangan garam ini bertujuan untuk membangun link penta helix yang permanen antara perguruan tinggi, industri, masyarakat, pemerintah, termasuk insan media.

"Sehingga ada kolaborasi ide, inovasi, know-how dari dunia akademik, kemampuan finansial dan marketing berbasis cluster," ungkapnya. (Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved