Kampus di Surabaya

Dosen ITS Temukan Metode Efektif Tentukan Perumahan Ideal di Tanah Lunak

Yudhi Lastiasih menemukan cara memprediksi tipe perumahan ideal yang cocok dibangun di tanah lunak dengan angka resiko kecelakaan kecil

Dosen ITS Temukan Metode Efektif Tentukan Perumahan Ideal di Tanah Lunak
Istimewa
Dosen Teknik Sipil ITS, Yudhi Lastiasih (dua dari kanan) di sela acara Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia, Senin, (1/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Yudhi Lastiasih menemukan cara memprediksi tipe perumahan ideal yang cocok dibangun di tanah lunak dengan angka resiko kecelakaan kecil

Dosen Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini memprediksi menggunakan metode HWYL, singkatan dari nama Prof Herman Wahyudi dan Yudhi Lastiasih.

Metode HWYL adalah salah satu metode analisis yang memprediksi amplitudo dan waktu penyelesaian.

Amplitudo akhir biasanya ditentukan dengan menggunakan instrumen pemantauan tanah selama konstruksi berlangsung.

(Ada Pembeli yang Marah di Rumah Makannya, Ashanty Beri Respon: Itu Berarti Nggak Cocok Makan Disini!)

(Kalah Dramatis dari Australia dengan Skor 2-3, Timnas U-16 Indonesia Gagal ke Piala Dunia!)

Instrumen tersebut berupa pelat pemukiman atau extensometer ditambah beberapa proyek tanggul jalan dan reklamasi yang membutuhkan waktu pengamatan cukup lama.

Berdasarkan pada hasil dan analisis pemantauan tersebut, maka metode HWYL ini diusulkan untuk memprediksi tipe perumahan di tanah lunak.

Menurut Yudhi Lastiasih, waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pengamatan terbilang cukup lama.

“Sekitar lebih dari satu tahun belum termasuk waktu melakukan riset, riset baru dikerjakan setelah muncul permasalahan-permasalahan dari sumber data terkait selama enam bulan,” jelasnya, Senin, (1/10/2018).

Pengumpulan data-data sekunder pada metode ini juga dilakukan dalam waktu yang lama.

(Kalah Dramatis dari Australia dengan Skor 2-3, Timnas U-16 Indonesia Gagal ke Piala Dunia!)

(Ada Pembeli yang Marah di Rumah Makannya, Ashanty Beri Respon: Itu Berarti Nggak Cocok Makan Disini!)

Setelah diuji, lanjut Yudhi, metode HWYL ini akhirnya diakui kefektifannya di ITS, bahkan juga dunia.

“Metode ini telah dimuat pada jurnal terkait pada website resmi AGSSEA-SEAGS pada 3 September 2018 lalu,” ungkap Yudhi.

Sekedar informasi, The Association of Geotechnical Societies in South East Asia (AGSSEA) adalah perkumpulan dari South East Asian Geotechnical Society (SEAGS) yang diperbesar dan dipromosikan untuk membawa semua Perhimpunan Nasional Asia Tenggara.

Ke depannya, Yudhi berharap metode yang ditemukannya bersama Prof Herman tersebut bisa lebih berguna di masyarakat.

(Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Mandira Isman Ajak Pemuda Malang Jaga Persatuan)

(Soal Kasus Haringga, Milan Petrovic Minta Suporter Indonesia Contoh Sepak Bola Eropa)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved