Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Madiun Digelar di Monumen Kresek yang Jadi Saksi Kekejaman PKI

Monumen Kresek yang menjadi saksi kekejaman PKI dipakai sebagai tempat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Madiun.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Madiun Digelar di Monumen Kresek yang Jadi Saksi Kekejaman PKI
TRIBUNJATIM.COM/IST/Humas Pemkab Madiun
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro atau Kaji Mbing, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Madiun, Senin (1/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Madiun, digelar di Monumen Kresek, Senin (1/10/2018). Upacara dipimpin Bupati Madiun selaku inspektur upacara, Ahmad Dawami, dan Kapten inf. Agus Eko Danramil Kare 07 selaku komandan upacara.

Upacara juga dihadiri Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun, serta puluhan pelajar sekolah dari Kabupaten Madiun.

Usai mengikuti upacara, Bupati Madiun yang akrab disapa Kaji Mbing, dan tamu undangan, serta pelajar mengunjungi relief yang menggambarkan kekejaman PKI, dipandu sejarahwan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun yang menceritakan sejarah PKI di Madiun.

Pada kesempatan itu, Kaji Mbing menyampaikan bahwa Monumen Kresek merupakan saksi sejarah kekejaman PKI pada masa itu, dan berharap kejadian seperti itu jangan sampai terulang lagi dengan alasan apapun.

"Kami ingin anak muda tahu sejarah kelam Madiun yang saat itu dijajah oleh bangsa sendiri yaitu PKI. Jangan sampai peristiwa itu terulang pada anak cucu kita," kata Kaji Mbing, usai memimpin upacara.

Beberapa hari sebelum upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, juga digelar kegiatan lintas alam, untuk menanamkan moral dan sejarah bagi genrasi muda, khususnya di Kabupaten Madiun.

Ke depan, Bupati Madiun, ingin menghilangkan stigma bahwa Madiun merupakan sarang para PKI. Sebab, di Madiun justru ada banyak warga Madiun yang menjadi korban kekejaman PKI.

"Kegiatan-kegiatan positif seperti ini akan terus kami lakukan, sehingga apa yang terjadi di monumen ini tersosialisasikan dan dapat dipahami bahwa disini banyak korban dari keganasan PKI," tegas Kaji Mbing. (Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved