Rumah Politik Jatim

Tiru Singapura, Bupati Magetan Panggil Para Guru Berprestasi di Luar Daerah Pulang Kampung

Bupati Magetan memanggil para guru berprestasi yang ada di luar daerah pulang kampung, meniru yang dilakukan Singapura.

Tiru Singapura, Bupati Magetan Panggil Para Guru Berprestasi di Luar Daerah Pulang Kampung
SURYA/DONI PRASETYO
Bupati Magetan Suprawoto saat mengunjungi SMPN 1 Kawedanan, salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Magetan, Selasa (2/10/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bupati Magetan Suprawoto minta guru berprestasi yang mengajar didaerah lain dan mau pulang kampung, akan disambut dengan tangan terbuka. Bahkan Bupati yang baru dilantik menyatakan siap membantu proses administrasi secepatnya.

"Tidak hanya membantu proses mutasinya. Kalau perlu dijemput, kita akan jemput. Kalau guru gurunya orang orang hebat. Insha Allah, pasti muridnya juga akan hebat," tegasnya, kepada Surya (TribunJatim Network), usai audiensi dengan Kepala SDN dan SMPN se-Kabupaten Magetan, di Gedung Korpri, Selasa(2/10/2018).

Menurut Suprawoto, proses administrasi guru-guru berprestasi pulang kampung itu akan dia prioritaskan dan dipastikan tak akan persulit. Juga untuk proses ke provinsi dan pemerintah pusat di Jakarta.

Pakde Karwo Ungkap Hasil Survei Capres di Jatim, Hasilnya Njomplang Banget

Sebelum ke Palu, Ardi Kurniawan Terbang Dulu Bareng Ayah, Jafro Peraih Emas Asian Games Terus Ingat

"Buktikan,dan bisa ditunggu. Surat pindah guru berprestasi ke Magetan itu akan kami tandatangani sesegera mungkin. Begitu juga proses administrasi ke provinsi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta," tandasnya.

Dikatakan, caranya memanggil warganya yang punya prestasi di daerah lain pulang ke Magetan itu mengadopsi yang dilakukan Negara Singapura, namun dengan skala kecil.

"Kita mencontoh Singapura, negara ini akan memberikan Permit atau kewarganegaraan kepada warga asing yang punya kemampuan lebih atau punya prestasi tertentu. Jadi kita contoh negara Singapura dengan skala lebih kecil," beber mantan Sekjen Kominfo ini.

Cara itu dilakukan, karena untuk melakukan formasi itu sangat sulit, juga mengangkat PNS.

Sepak Bola Adalah Candu, Simbol Perlawanan, dan Penggerak Massa Terbesar

Usai Sertijab, Bupati Nganjuk Novi Rahman Pilih Ngonthel Sepeda Tua

Selain itu, menerima guru yang berprestasi itu, menerima orang yang tidak perlu mendidiknya. Lantaran itu mempermudah mereka (guru berprestasi) pulang itu wajib membantunya.

"Dengan cara itu Insha Allah dampaknya bakal baik untuk dunia pendidikan di Kabupaten Magetan. Karena gurunya berkualitas, otomatis muridnya juga pasti akan berprestasi. Selain guru tenaga kesehatan, dokter spesialis, toh untuk melayani masyarakat," katanya.

Bupati juga akan keliling ke sekolah di wilayahnya, melihat apa kekurangan dan apa kelebihan sekolah yang menjadi tanggungjawabnya.

"Kalau saya keliling dan mampir ke sekolah jangan diartikan itu inspeksi mendadak (sidak), kita bisa saling berbagi, saya pingin tahu profil saja, agar guru tidak merasa sendiri, agar bisa menjalankan pendidikan dengan baik," tandas Bupati Suprawoto. (Doni Prasetyo)

Paksa Anak Tetangga Mengemis di Depan RSUD dr Soebandi Jember, Pria ini Juga Ancam Bunuh si Bocah

Cabuli Siswi Renangnya yang Masih Bocah, Perbuatan Pelatih Joko Terbongkar Berkat Secarik Kertas

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved