Biaya Pendidikan Dorong Inflasi Kota Kediri

Biaya pendidikan yang tinggi ternyata dengan cepat mendorong inflasi terjadi di Kota Kediri.

Biaya Pendidikan Dorong Inflasi Kota Kediri
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Siswa sekolah 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pada September 2018 Kota Kediri mengalami inflasi 0,20 persen, meningkat dari bulan sebelumnya -0,10 persen. Inflasi didorong meningkatnya tekanan inflasi inti dan administered prices sejalan dengan kenaikan biaya pendidikan.

Kemudian masih berlanjutnya penyesuaian harga rokok. Namun tertahan oleh koreksi harga pangan seiring meningkatnya pasokan beberapa komoditas volatile foods terutama daging ayam ras, tomat sayur dan bawang merah.

Nasrullah Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Kediri mengatakan, kelompok volatile foods mengalami deflasi 1,11 persen dengan kontribusi -0,19 persen, menahan laju inflasi secara keseluruhan.

Sedangkan deflasi terutama bersumber pada koreksi harga daging ayam ras akibat peningkatan produksi di daerah sentra seiring meningkatnya populasi DOC siap panen pada September 2018.

Di samping itu, implementasi larangan penggunaan Anti Growth Promotor (AGP) berdampak pada meningkatnya kesehatan ternak sehingga kondisi ternak lebih optimal yang selanjutnya meningkatkan produksi.

Deflasi volatile foods yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga beberapa komoditas lain, terutama beras.

Inflasi inti tercatat sebesar 0,50 perse dengan kontribusi 0,31perse terhadap inflasi September 2018.

"Inflasi inti didorong kenaikan biaya pendidikan jenjang SMA dan akademi atau perguruan tinggi sejalan dengan adanya penyesuaian pada tahun akademik 2018/2019 sesuai pola normal pada awal tahun akademik dimana pada 2018 kenaikan tercatat pada September," ujarnya, Rabu (3/10/2018).

Tren kenaikan biaya pendidikan yang tercatat di September juga tercermin pada tahun sebelumnya yaitu pada September 2016 dan September 2017.

Tekanan inflasi inti juga didorong oleh kenaikan harga makanan jadi khususnya kue basah dan roti manis seiring kenaikan harga bahan baku utama yaitu tepung terigu.

Kondisi ini terjadi sebagai pengaruh tekanan nilai tukar terhadap produk impor, termasuk gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu.

Komponen administered prices mengalami inflasi 0,40 perse dengan kontribusi 0,08 persen terhadap inflasi periode laporan September 2018.

Inflasi didorong oleh berlanjutnya kenaikan harga rokok kretek filter dan rokok kretek sebagai dampak penyesuaian bertahap oleh pelaku usaha dalam rangka mempertahankan margin laba di tengah tantangan kenaikan tarif cukai 2018 dan kenaikan biaya produksi lainnya.

Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat terutama mengantisipasi meningkatnya harga komoditas menjelang akhir tahun. (Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help