Kampus di Surabaya

Empat Rumus Warisan Gus Dur Demi Tercapainya Harmoni dalam Kebhinekaan Agama di Indonesia

Dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar Diskusi Panel pada Kamis (4/10/2018).

Empat Rumus Warisan Gus Dur Demi Tercapainya Harmoni dalam Kebhinekaan Agama di Indonesia
NU Online
Gus Dur 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar Diskusi Panel pada Kamis (4/10/2018).

Diskusi kali ini bertema “Mengenang Pemikiran Gus Dur: Menegakkan Visi Bernegara Pancasila dari Ancaman Radikalisme”.

Diskusi ini menghadirkan AS Hikam, Menristek di Era Gus Dur, yang begitu dekat mengenal pribadi maupun pemikiran-pemikiran kebangsaan Gus Dur.

“Bagi saya, Gus Dur adalah orang yang multidimensi. Beliau bisa dilihat dari berbagai sisi. Kalau hendak mengenang pemikiran Gus Dur, kita harus tahu mau lihat dari sisi yang mana,” kata Hikam.

AS Hikam saat menjadi keynote Speaker dalam Diskusi Panel, dengan tema, “Mengenang Pemikiran Gus Dur: Menegakkan Visi Bernegara Pancasila dari Ancaman Radikalisme”, Kamis (4/10/2018), di Universitas Katolik Widya Mandala, Jalan Dinoyo, Surabaya
AS Hikam saat menjadi keynote Speaker dalam Diskusi Panel, dengan tema, “Mengenang Pemikiran Gus Dur: Menegakkan Visi Bernegara Pancasila dari Ancaman Radikalisme”, Kamis (4/10/2018), di Universitas Katolik Widya Mandala, Jalan Dinoyo, Surabaya (Istimewa)

(Izrael, Bocah Korban Gempa yang Mau Ikut Jokowi, Mama Sudah di Surga, Tapi Saya Tidak Boleh Nangis)

(BREAKING NEWS - Diperiksa KPK 11 Jam, Wali Kota Pasuruan Langsung Murung, Lalu Dibawa ke Jakarta)

Mantan Ketua DPP PKB ini menambahkan, Gus Dur giat mencari cara bagaimana membuat agama yang berbeda-beda bisa menemukan titik temu untuk membuat sebuah keharmonian.

Hikam menjelaskan bahwa pemikiran Gus Dur dapat dirumuskan menjadi empat rumusan.

Pertama, persatuan antar umat dan saling memberikan perlindungan terhadap umat lain, terutama kelompok minoritas.

Kedua, menentang radikalisasi agama dengan berpartisipasi pada upaya-upaya pembangunan harmoni antar umat, tidak memaklumi aksi dan perbuatan radikalisasi agama di masyarakat.

Ketiga, menguatkan peran masyarakat melakukan deradikalisasi di masyarakat dengan menguatkan deteksi dini di masyarakat dan pendampingan bagi mantan pengikut kelompok radikal.

Yang terakhir, meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang seringkali rentan dan berpotensi menjadi sasaran radikalisasi.

(Berikut Tips Hadapi Gempa, Ini yang Harus Kamu Lakukan Sebelum, Selama dan Setelah Gempa Bumi)

(Truk Gandeng Bikin Macet Total Jalur Malang-Blitar)

"Tetapi seringkali perempuan juga berfungsi sebagai penetralisir konflik, dengan bekerja sama dengan pihak terkait meningkatkan kesadaran anti terorisme," lanjut Hikam.

Hikam mengatakan jika keempat warisan pikiran Gus Dur tersebut dapat terimplementasi dengan baik, maka tidak ada yang namanya identitas kelompok, saling fitnah dan menyalahkan di kehidupan bangsa Indonesia.

(Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Ternak Jember Rp 33 Miliar, Kajati Jatim Ikut Turun Langsung)

(Kerap Diabaikan, Tanaman Putri Malu Punya Manfaat Bagi Kesehatan, di Antaranya Sembuhkan Insomnia!)

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved