Pieter Pastikan Ijazah Para Lulusan Unikama Tidak Palsi

Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang akan Melangsungkan wisuda pada 13-14 Oktober 2018.

Pieter Pastikan Ijazah Para Lulusan Unikama Tidak Palsi
Benni Indo/Surya
Situasi di depan pintu gerbang Unikama ketika rombongan Pjs Rektor Koento Adji Kurniawan akan memasuki kampus, Jumat (5/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang akan Melangsungkan wisuda pada 13-14 Oktober 2018.

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian mengatakan, wisuda nanti akan dilaksanakan di Unikama. Pieter juga menegaskan kalau ijazah para wisudawan adalah sah.

Rencananya, ada 1222 mahasiswa yang akan diwisuda. Pieter dengan tegas menepis tuduhan Plt Ketua PPLP PT PGRI Selamet Riyadi yang mengatakan kalau ijazah para wisudawan tidak sah.

Pieter menyebut ijazah para wisudawan sudah ditandatangani oleh rektor bersamaan dengan proses yudisium yang sudah digelar pada 29 Agustus 2018.

Untuk menegaskan argumennya, Pieter juga menunjukkan surat dari LL Dikti bahwa para wisudawan sudah terverifikasi dan ijazahnya dianggap sah. Surat dengan nomor 0432/L7/S1/2018 itu ditandatangani Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jawa Timur Profesor Suprapto.

Jubir Prabowo-Sandi Sebut Survei Sering Salah, dan Hasilnya Petahana Kalah

"Yang terverifikasi memang 1202. Yang lainnya masih dalam proses penyempuranaan data. Beberapan kendala terkait penyamaan tanggal lahir dan jumlah SKS satu mahasiswa," ujar Pieter kepada TribunJatim.com , Senin (8/10/2018).

Dipaparkan kembali oleh Pieter, setelah yudisium, pihaknya diminya oleh LL Dikti melaporkan nama-nama yang akan wisuda.

Per tanggal 19 September Unikama sudah mendapat verifikasi data mahasiswa dari Dikti.

"Bahkan kalau mau melihat di web mereka sudah punya nomor induk ijazah semuanya. Memang ada beberapa yang datanya harus diverifikasi ulang, tapi semua sudah jelas sekarang,” terangnya.

Soal Sanksi Yang Akan Didapat Arema FC, Milan Petrovic Berharap Timnya Tak Dapat Sanksi Laga Usiran

Ia menegaskan, isu ijazah palsu yang dihembuskan oleh kubu Slamet jika tidak ditandatangani oleh pjs rektor tidak benar. Justru ijazah asli harus ditandatangani oleh rektor definitif, bukan pjs.

“Ya mereka asal bunyi saja, tidak tahu prosedur yang seharusnya,” tegas Pieter.

Wakil Rektor I Dr. Sudi Dul Aji menegaskan, regulasi yang ada menjelaskan kalau ijazah harus ditandatangani oleh rektor, bukan pjs. Pjs Rektor harus didefinitifkan dulu untuk menjadi rektor.

Pjs Koento Adji Gagal Masuk ke Ruang Rektor Unikama, Penyebabnya ini

"Sementata proses definitif itu harus melalui senat. Senat yang sekarang mengakui rektornya pak Pieter. Ssnat tidak pernah mengeluarkan rekomendasi rektor baru," paparnya.

Saat dikonfirmasi langsung ke Kepala LL Dikti Prof Suprapto, TribunJatim.com belum mendapatkan balasan. Hasil konfirmasi akan segera ditayangkan begitu ada balasan dari pihak LL Dikti. (TribunJatim.com /Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved