Terpidana Korupsi Proyek KIR Kabupaten Blitar Bayar Uang Denda Rp 200 juta

Abdul Aziz, terpidana korupsi proyek pembangunan Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo, Kabupaten Magetan senilai Rp 2, 1 miliar,

Terpidana Korupsi Proyek KIR Kabupaten Blitar Bayar Uang Denda Rp 200 juta
Surya/ Doni Prasetyo
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan Atang Pujiyanto menyaksikan penyerahan uang denda dari Abdul Aziz, terpidana korupsi proyek Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo, Magetan yang diserah Ny Endang Abdul Aziz istri terpidana kepada Kasi Pidsus Agus Zaeni, Senin (8/10). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Abdul Aziz, terpidana korupsi proyek pembangunan Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo, Kabupaten Magetan senilai Rp 2, 1 miliar, yang merugikan negara sebesar Rp 834 juta, membayar uang denda seperti yang disebut dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebesar Rp 200 juta.

"Kasus korupsi itu tidak saja merugikan keuangan negara, tapi juga hilangnya aset daerah, berupa tanah bengkok di Desa/Kecamatan Bendo seluas dua hektar yang dikuasai para terpidana," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan Atang Pujiyanto, kepada TribunJatim.com, Senin (10/8/2018).

Dikatakan Kajari Atang, pembayaran uang denda ini melengkapi vonis yang dibacakan hakim Pengadilan Tipikor, selain hukuman badan, terpidana juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta atau hukuman kurungan selama enam bulan.

Demo Tidak Mengajar Sepekan, Mulai Besuk Ribuan Guru Honorer di Lamongan Ngajar Lagi

"Putusan Mahkamah Agung (MA) membayar uang denda, juga dijatuhkan kepada dua terpidana lain, yaitu Wiji Suharto (Camat Bendo) di vonis lima (5) tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 1 tahun penjaran," jelas Kajari Atang Pujiyanto kepada TribunJatim.com.

Terpidana korupsi yang dijatuhi hukuman terberat yakni Yudi Hartono (adik Wiji Suharto), divonis empat (4) tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan dan dibebani uang pengganti sebesar Rp 455.737.100 subsider 1 tahun penjara.

"Dari ketiga terpidana korupsi, setahu saya yang sudah bayar uang denda baru Pak Abdul Aziz. Lainnya kemungkinan belum berhasil," kata Abdul Azin," kata Atang kepada TribunJatim.com.

Soal Sanksi Yang Akan Didapat Arema FC, Milan Petrovic Berharap Timnya Tak Dapat Sanksi Laga Usiran

Penyerahan uang denda ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan itu disampaikan Ny Endang Abdul Aziz, istri terpidana Abdul Aziz dan diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Agus Zaeni disaksikan Kajari Magetan Atang Pujiyanto.

"Kasus korupsi proyek pembangunan kawasan Industri rokok (KIR) Bendo, Magetan ini terungkap tahun 2010, namun kasus ini sempat mandeg. Dan baru berjalan sekitar 2015, dengan menetapkan sejumlah pejabat, di Pemerimtah Kabupaten Magetan, termasuk sekda," ujar Kajari.(TribunJatim.com/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved