Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Jember Masih Tinggi

Bupati Jember Faida memberikan akses sinergitas dengan sejumlah pihak untuk terlibat dalam menekan angka ini. Sinergi itu antara lain terkait kebijak

Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Jember Masih Tinggi
viral4real.com
Ibu Bayi 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Angka Kematian Ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Jember masih tinggi di Jawa Timur.

Karenanya, Bupati Jember Faida memberikan akses sinergitas dengan sejumlah pihak untuk terlibat dalam menekan angka ini. Sinergi itu antara lain terkait kebijakan untuk kesejahteraan ibu hamil.

Terbaru Bupati Faida memberikan akses kepada tim peneliti dari Jalin - USAID dari Universitas Indonesia (UI) untuk meneliti perihal kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

"Sinergi ini bukan sekadar program. Bukan pula sekedar pemenuhan target indikator nasional. Tetapi ini soal keselamatan jiwa orang penting bagi keluarganya,” ujar Bupati Faida, seperti dalam siaran pers yang diterima TribunJatim.com, Selasa (9/10/2018).

Menurut Bupati Faida, keterbukaan informasi akan membuat kualitas tim peneliti di Jember maksimal, dan diharapkan ada umpan balik yang maksimal untuk Kabupaten Jember.

Cekcok, Warga Bojonegoro Saling Bacok, Begini Nasib Keduanya

Sementara itu, saat ini di Jember sudah ada Perbup tentang persalinan aman, inisiasi menyusui dini, dam pemberian air susu ibu eksklusif. Ini merupakan upaya regulasi untuk kesejahteraan ibu dan anak di Kabupaten Jember.

Meski begitu, tegas Faida, perlu kerjasama untuk mengevaluasi dan meneliti penyebab angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Jember masih tinggi.

Tahun ini kematian bayi baru lahir sebanyak 93 kasus di Jember. Angka ini turun drastis dari tahun sebelumnya. Meski begitu, menurut Bupati Faida, angka ini masih termasuk tinggi.

Karena itu, hasil penelitian yang akan dikerjakan bisa menjadi masukan buat Kabupaten Jember untuk mengevaluasi kebijakan yang harus dibuat pemerintah daerah, untuk menurunkan angka kematian ibu. Hasil penelitian itu juga bisa untuk memberikan evaluasi kebijakan yang ada.

Amien Rais Disebut Akan Penuhi Panggilan Polisi & Didampingi 300 Advokat, Ruhut Langsung Sebut Ahok

Karenanya, Bupati Faida menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember mendukung tim Jalin USAID. “Karena sejatinya tidak ada keputusan yang berkualitas kecuali didasari dengan analisa yang berkualitas pula,” pungkasnya.

Sementara itu, Purwida Lilik dari Jalin USAID Jawa Timur menyampaikan, Jalin USAID sangat memperhatikan pelayanan publik dasar, terutama kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Ia menambahkan, Jalin artinya menjalikan antara pemerintah pusat maupun daerah dengan berbagai sektor, dengan menggunakan bukti-bukti untuk melakukan penetapan masalah utama terhadap kematian ibu dan bayi baru lahir.

Pendekatan Jalin menggunakan data dan bukti untuk menyusun prioritas tindakan berupa solusi. Ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, efektivitas sistem rujukan, pemanfaatan JKN , serta tata kelola sistem ibu dan bayi baru lahir.

“Melalui pemetaan bukti, salah satunya dengan melakukan survei EMNC (every mother an newborn count),” ujarnya. Penulis : sri Wahyunik

Sumber : TribunJatim.com

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved