Atlet Blind Judo Indonesia Didiskualifikasi Karena Pakai Hijab, Begini Regulasi Aslinya

Meski sudah siap di arena, Miftahul Jannah mempersilahkan wasit mencoret namanya karena teguh tak mau melepas hijabnya jelang hadapi atlet Mongolia

Atlet Blind Judo Indonesia Didiskualifikasi Karena Pakai Hijab, Begini Regulasi Aslinya
Atlet Blind Judo Indonesia, Miftahul Jannah - Twitter 

TRIBUNJATIM.COM - Miftahul Jannah pasrah namanya dicoret dari daftar atlet Blind Judo di Asian Para Games 2018.

Meski sudah siap di arena, wanita asal Aceh itu mempersilahkan wasit mendiskualifikasi karena teguh tak mau melepas hijabnya.

Ya, penggunaan hijab memang tidak diperbolehkan dalam regulasi pertandingan Blind Judo.

Menurut Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, Senny Marbun, larangan menggunakan hijab bagi atlet Blind Judo adalah demi faktor keselamatan.

(Rumah Nia Ramadhani Mewah, Bagian Dapur yang Jarang Terekspos Ternyata Banyak Barang Tak Tertata)

(5 Tahun Tak Ditinggali, Rumah Kosong di Tulungagung Terbakar, ini Dugaan Penyebabnya)

Dalam Judo terdapat teknik bawah sehingga penggunaan jilbab akan mengganggu, resiko tercekik atau tertarik lawan bisa terjadi kapan saja.

Artinya, tidak ada sama sekali bentuk diskriminasi dari regulasi tersebut.

Senny Marbun, menyebut Miftahul tidak tahu soal regulasi penggunaan hijab dalam blind Judo.

 "Pelatih judo kami tak dapat berbahasa Inggris dan tak tahu aturan larangan berjilbab ketika ada rapat delegasi teknis dari Komite Paralimpiade Asia," kata Senny dilansir BolaSport.com dari Antara.

"Dia juga tidak meminta tolong kepada sesama pelatih untuk menerjemahkan aturan tersebut. Prinsipnya, dalam olahraga tidak ada diskriminasi," ujar Senny lagi.

Keganjilan lainnya, pelatih judo atlet disabilitas Indonesia berstatus sebagai pelatih tidak tetap.

Halaman
12
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help