Pendaftaran CPNS 2018

Banyak yang Pensiun, Kota Blitar Kekurangan 170 Guru SD

Kebutuhan guru kelas untuk SD di Kota Blitar masih kurang banyak meski tahun ini mendapat formasi dalam penerimaan CPNS.

Banyak yang Pensiun, Kota Blitar Kekurangan 170 Guru SD
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Sejumlah guru honorer sekolah negeri di Kota Blitar menggelar doa bersama di aula Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (26/9/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kebutuhan guru kelas untuk SD di Kota Blitar masih kurang banyak meski tahun ini mendapat formasi dalam penerimaan CPNS.

Dinas Pendidikan Kota Blitar memperkirakan jumlah kekurangan guru kelas SD sekitar 170 guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, M Sidik mengatakan mulai 2018 sampai 2020 banyak guru SD yang masuk masa pensiun. Guru SD yang masuk masa pensiun itu rata-rata guru SD yang diangkat melalui instruksi presiden (Inpres).

Para guru SD inpres di Kota Blitar akan memasuki pensiun massal pada 2020.

"Pada 2020 ada pensiun besar-besaran guru SD inpres. Sekarang, tiap tahum ada 20-32 guru yang pensiun. Otomatis kami akan banyak kekurangan guru SD," kata M Sidik kepada TribunJatim.com , Selasa (9/10/2018).

5 Fakta Baru Kasus Perdagangan Bayi di Jatim, Bermodus Jasa Konsultan Kehamilan di Instagram

Menurut Sidik, jumlah kekurangan guru SD hingga 2020 diperkirakan sekitar 170 orang. Dinas Pendidikan harus mengantisipasi kekurangan guru itu mulai sekarang. Dalam penerimaan CPNS tahun ini, Kota Blitar memang mendapat formasi guru.

Tetapi jumlah formasi guru yang didapatkan Kota Blitar hanya 65 orang. Formasi itu untuk guru SD dan guru SMP.

"Formasi guru dalam penerimaan CPNS yang kami dapatkan tahun ini masih belum mencukupi kekurangan kebutuhan guru di Kota Blitar. Mudah-mudahan tahun depan ada penerimaan CPNS lagi," ujar Sidik kepada TribunJatim.com.

Dikatakannya, karena masih terjadi kekurangan guru, dinas meminta sekolah tidak menambah rombongan belajar (rombel) di SD.

Kebijakan itu diambil agar jumlah guru kelas di SD mencukupi. Sebab, sistem pendidikan di SD menerapkan satu guru satu kelas.

BKSDA Benarkan Izin Penangkaran dan Edar CV Bintang Terang Jember Sudah Kedaluwarsa

Selain tidak menambah rombel, dinas juga merekrut guru tidak tetap (GTT) untuk mencukupi kebutuhan guru SD. Guru tidak tetap ini mendapat insentif dari Pemkot Blitar sebesar Rp 500.000 per bulan.

Sidik berharap para guru tidak tetap ini bisa menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Dengan begitu, dinas bisa memberi pelatihan kepada para guru tidak tetap agar sesuai dengan standart.

Selain itu, dengan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, Pemkot Blitar juga bisa meningkatkan kesejahteraan guru tidak tetap.

"Jumlah guru tidak tetap di Kota Blitar sekitar 250 orang. Jumlah itu bisa untuk memenuhi kekurangan guru di Kota Blitar. Apalagi kalau mereka bisa dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, kami bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraannya," kata Sidik. (TribunJatim.com/Sha)

Sumber : TribunJatim.com

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help