Dosen ITS Pelajari Cara Nelayan Pesisir Hadapi Perubahan Iklim

Dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS, Dr Dipareza Syafei meneliti strategi masyarakat pesisir nelayan pesisir menghadapi perubahan iklim

Dosen ITS Pelajari Cara Nelayan Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
Istimewa
Dosen Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Eng Arie Dipareza Syafei 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS, Dr Eng Arie Dipareza Syafei meneliti faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi masyarakat pesisir menghadapi perubahan iklim

Masyarakat pesisir yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan sangat bergantung pada kondisi perairan di sekitarnya.

Kondisi iklim yang tidak menentu ikut menyebabkan kondisi perairan menjadi tidak stabil.

“Akibatnya, keragaman tangkapan ikan menurun secara signifikan dan volume ikan yang ditangkap juga menurun,” tutur Arie, Selasa, (9/10/2018).

(Jelang HUT Kota Batu, Kepala Desa Diminta Aktif Hingga Diskon Tempat Wisata)

(VIDEO: Polda Jatim Amankan 3 Pasutri yang Lakukan Aksi Prostitusi Tukar Pasangan)

Doktor alumnus Hiroshima University, Jepang ini menyebut, untuk mengatasi hal tersebut, setiap nelayan memiliki strategi sendiri.

Para nelayan biasanya sudah melakukan diversifikasi pekerjaan, mengubah alat penangkapan ikan, memindahkan pancing hingga mobilisasi anggota rumah tangga sebagai strategi adaptasi mereka.

Hal ini ditemukan saat dia meneliti Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing, Malang.

Wawasan lingkungan dari penduduk pesisir tentunya berpengaruh besar dalam menentukan strategi menghadapi perubahan iklim.

Terutama tentang pengaruhnya dengan ekosistem perairan yang menjadi lahan pekerjaan mereka.

(Jelang HUT Kota Batu, Kepala Desa Diminta Aktif Hingga Diskon Tempat Wisata)

(Pendapatan Cukai Surabaya Bertambah, Disalurkan untuk Tambah Biaya BPJS PBI Warga Tak Mampu)

Hal itu pula yang menjadi bahan penelitian Arie bersama timnya dari Departemen Teknik Lingkungan ITS.

Selain itu, penelitian ini fokus pada pengertian dan pemahaman nelayan terhadap perubahan iklim.

Pendapat mereka tentang dampak yang sudah terjadi, serta profil berupa tingkat pendidikan dan pendapatan perbulan juga mempengaruhi mereka dalam memilih strategi adaptasi tertentu.

“Tapi faktor kenaikan air laut berdasar perasaan mereka serta perubahan spesies ikan merupakan faktor dominan,” tambah Kepala Laboratorium Polusi Udara dan Perubahan Iklim Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

(Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Selama 5 Jam, KPK Boyong 4 Dokumen)

(Tanggapan Machfud Arifin Soal 2 Mantan Korwil TKD Jokowi-KH Maruf Amin Jadi Tersangka KPK)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved