Izin habis, Polda Jatim Jerat Pengusaha Penangkaran Satwa di jember

CV Bintang Terang yang berada di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari, Jember merupakan badan usaha penangkaran satwa.

Izin habis, Polda Jatim Jerat Pengusaha Penangkaran Satwa di jember
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Beragam jenis burung yang dilindungi, disita sebagai barang bukti penjualan satwa langka, Jumat (6/4/2018). Sejumlah burung langka itu nantinya akan dititipkan sementara di BKSDA Jatim. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polisi menetapkan Direktur Utama CV Bintang Terang berinisial LDA sebagai tersangka dalam dugaan tindak kejahatan konservasi hayati dan sumber daya alam.

CV Bintang Terang yang berada di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari, Jember merupakan badan usaha penangkaran satwa.

Beberapa hari terakhir, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menyelidiki indikasi tindak kejahatan hayati dan SDA tersebut. Izin penangkaran CV tersebut disebut kedaluwarsa karena sudah habis masa berlakunya pada 2015 lalu.

CV itu berusaha memperpanjang izin penangkaran itu, tetapi belum diloloskan oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB-KSDA) Jatim.

"Izin penangkarannya sudah habis masa berlakunya, tetapi masih beroperasi. Dia juga menerima dan menampung satwa dari daerah lain. Sedangkan kalau penangkaran itu indukan dan anakannya kan harus jelas," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen pol Luki Hermawan dalam konferensi pers yang berlokasi di CV Bintang Terang, Jember, Selasa (9/10/2018).

Update Klasemen Asian Para Games 2018 - Indonesia Peringkat ke-6, Kumpulkan 33 Medali

Meski izinnya sudah habis masa berlakunya, lanjut Luki, tempat usaha itu masih memperjualbelikan satwa dilindungi.

Penangkaran di tempat usaha itu adalah penangkaran burung yang dilindungi.

"Kami masih dalami terus, dan sudah ditetapkan satu tersangka dari pihak perusahaan. Kami akan tertibkan terus usaha seperti ini yang menyalahi aturan," tegas Irjen pol Luki Hermawan kepada TribunJatim.com.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso menambahkan usaha yang mengantongi izin penangkaran maka seharusnya hanya menangkarkan saja.

"Penangkaran itu yang menangkarkan saja, induknya jelas, anaknya juga jelas, semuanya terdata. Jadi breeding saja. Dia ini juga menerima dan menampung satwa dari peredaran gelap, dari daerah lain," ujar Agus.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved