Amien Rais Desak Jokowi Copot Tito Karnavian, Yusril Sebut Mengada-ada: Beda dengan Desakan Saya

Amien Rais mendesak agar Jokowi mencoopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Yusril pun bereaksi

Amien Rais Desak Jokowi Copot Tito Karnavian, Yusril Sebut Mengada-ada: Beda dengan Desakan Saya
Kolase Tribun Wow
Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra 

Reaksi Yusril Ihza Mahendra

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menilai pemanggilan Amien Rais oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus yang menjerat Ratna Sarumpaet adalah hal normal.

Yusril juga menyarankan agar Amien Rais tak perlu risau dengan adanya panggilan tersebut.

"Amien Rais dan beberapa tokoh lain yang dianggap mengetahui tindak pidana yang dilakukan Ratna statusnya adalah saksi," kata Yusril saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (10/10/2018).

"Jadi, Amien Rais tak perlu risau dengan pemanggilan itu," lanjutnya.

Ia menambahkan, selanjutnya untuk urusan pembuktian, tinggal menunggu olah fakta dan hasil dari pengembangan kasus itu sendiri.

"Untuk selanjutnya apakah Amien Rais terlibat dalam penyebaran kabar bohong, itu tergantung pada pengembangan fakta-fakta dan hasil pengembangan kasus itu. Bisa iya bisa tidak," pungkasnya.

Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet saat ini sudah dinyatakan sebagai tersangka karena melanggar pasal 16 KUHP pasal 28 UU ITE, akibat kabar bohong soal penganiayaan yang dibuat dan disebarkannya.

Yusril sebut permintaan Amien Rais mengada-ada

Yusril Ihza Mahendra, menghargai kesediaan Amien Rais hadir dan menjadi saksi untuk kasus berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet.

Namun, tindakan Amien Rais yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat datang ke Polda Metro Jaya, dinilai Yusril merupakan tindakan yang tidak perlu.

Menurut Yusril, tindakan kepolisian sudah tepat terkait pemanggilan Amien Rais yang berstatus saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet.

"Ini beda dengan desakan saya yang mempertanyakan keabsahan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung tahun 2010. Karena saya anggap Jaksa Agung tidak sah, maka saya menolak diperiksa, karena kejaksaan itu merupakan satu kesatuan," tegasnya, kepada TribunJatim.com melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (10/10/2018).

Kata Yusril, ungkapan dirinya terkait Jaksa agung ilegal itu bukan isapan jempol belaka.

"Saya membuktikannya di Mahkamah Konstitusi, sehingga akhirnya Hendarman Supandji diturunkan dari jabatan Jaksa Agung," bebernya.

Yusril juga menyebut, bahwa ungkapan Amien Rais yang mendesak Kapolri Tito Karnavian dicopot tidak memiliki landasan dan alasan, dan dapat dikategorikan sebagai mengada-ada untuk pengalihan perhatian.

Penulis: Januar Adi Sagita
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help