Berkali-kali Cabuli 2 Siswi Selama Setahun, Guru SD Berstatus PNS di Jombang Dibekuk Polisi

Oknum guru berstatus pegawai negeri sipil dan mengajar di sebuah SDN Kecamatan Sumobito, Jombang tersebut, ditangkap polisi karena tindakan pencabulan

Berkali-kali Cabuli 2 Siswi Selama Setahun, Guru SD Berstatus PNS di Jombang Dibekuk Polisi
TRIBUNJATIM.COM/SUTONO
Pelaku pencabulan siswi SD di Jombang diapit petugas saat rilis media di Polres Jombang, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang tercoreng dengan ulah seorang oknum guru, bernama Kustiawan (35).

Oknum guru berstatus pegawai negeri sipil dan mengajar di sebuah SDN Kecamatan Sumobito, Jombang tersebut, ditangkap polisi karena tindakan pencabulan.

Pelaku yang merupakan guru olahraga itu diduga telah mencabuli dua orang siswi SD di Kecamatan Sumobito masing-masing berinisial YF (13) dan LF (13).

Polrestabes Surabaya Bongkar Peredaran Sabu-Sabu Seberat Enam Kilogram

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi menuturkan, pencabulan terhadap siswi SD yang dilakukan tersangka terkuak setelah orang tua korban melaporkannya ke Polres Jombang.

“Awalnya korban cerita kepada temannya. Kemudian temannya cerita ke orang tua korban. Selanjutnya korban yang ditanyai orang tuanya mengaku dicabuli tersangka. Orang tua pun lapor polisi,” kata Gatot saat rilis, Rabu (10/10/2018).

Dari laporan itu, petugas langsung memeriksa kedua korban, YF dan LF.

Dugaan Pelanggaran Kampanye Cawapres Sandiaga Uno Sudah Dilimpahkan ke Bawaslu Jatim

Dari hasil pemeriksaan, kedua siswi yang sekarang sudah duduk di bangku kelas 1 SMP itu mengaku berkali-kali menjadi korban pencabulan.

“Ada yang 10 kali dan ada yang 9 kali dicabuli selama satu tahun. Pelaku memang guru olah raga di sekolah tersebut, sehingga cukup leluasa melakukan pencabulan,” tuturnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi langsung meringkus tersangka di rumahnya tanpa perlawanan.

Soal Aset Lapangan Sekolah di SMAN 1 Kota Blitar, Cabang Dinas Tunggu Surat dari Gubernur Jatim

Di hadapan petugas kepolisian, tersangka mengakui semua perbuatannya tersebut.

Akibat ulah bejatnya, pelaku dijerat pasal 81 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya di atas 15 tahun penjara,” tandas Gatot.

Gempa 4,6 SR Goyang Bangkalan, Bupati Minta Masyarakat Tenang dan Tak Mudah Terpancing Isu

Penulis: Sutono
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved