Bupati Madiun Berencana Bikin Kartu Khusus untuk Anak Yatim

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro atau yang akrab disapa Kaji Mbing meminta seluruh pemangku wilayah mulai dari tingkat RT hingga Kecamatan

Bupati Madiun Berencana Bikin Kartu Khusus untuk Anak Yatim
(Foto : Humas Pemkab Madiun)
Bupati Madiun, Ahmad Dawami atau Kaji Mbing memberikan sambutan pada saat apel besar yang dihadiri ribuan ASN, Selasa (24/9/2018) di Pendopo Ronggo Jumeno, Kabupaten Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro atau yang akrab disapa Kaji Mbing meminta seluruh pemangku wilayah mulai dari tingkat RT hingga Kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap anak yatim yang merupakan warga Kabupaten Madiun.

Data yang terkumpul nantinya akan dijadikan dasar baginya untuk membuat kebijakan terkait dengan kesejahteraan anak yatim di Kabupaten Madiun.

"Awal mula kami akan perbaiki data, jumlah anak yatim total seluruh Kabupaten Madiun ada berapa. Setelah diketahui jumlah total ada, baru kami bisa membuat kebijakan yang terbaik bagi mereka, yang jelas pendidikan selalu terjamin, kesehatan, dan juga keberlangsungan hidup mereka," kata Kaji Mbing pada TribunJatim.com, Rabu (10/10/2018).

Pria ini Jadi Tersangka Kasus Pasutri Swinger Surabaya

Ia menuturkan, fasilitas pendidikan, kesehatan serta kebutuhan hidup anak yatim di Kabupaten Madiun yang masih memiliki orangtua.

Kaji Mbing memiliki keinginan untuk membuat kartu bagi anak-anak yatim di Kabupaten Madiun.

"Saya punya angan-angan, nanti dibuatkan kartu yatim. Jadi kartu yatim itu ditunjukan, ketika mereka butuh biaya untuk pendidikan atau kesehatan," katanya pada TribunJatim.com.

Tergiur Tawaran Pinjaman Tanpa Jaminan di Instagram, Mahasiswa di Blitar Kena Tipu, Uangnya Raib

Bupati Madiun yang baru sebulan menjabat ini tidak ingin anak-anak yatim menjadi komoditas politik saja.

Oleh sebab itu, Kaji Mbing ingin segera mendata jumlah anak yatim di Kabupaten Madiun dan membuat kebijakan.

"Kalau sudah ada data lengkap kan enak. Jadi kami mengambil kebijakan nggak serampangan, jadi berdasarkan data,"imbuhnya. (rbp/TribunJatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved