Harga BBM Naik, Pengamat Yakin Tak Akan Ganggu Masyarakat Menengah Bawah: Segmennya kan Sudah Beda

Pengamat yakini kenaikan harga BBM kali ini tak akan ganggu ekonomi masyarakat menengah ke bawah

Harga BBM Naik, Pengamat Yakin Tak Akan Ganggu Masyarakat Menengah Bawah: Segmennya kan Sudah Beda
Surya/David Yohanes
SPBU Pertamina 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat ekonomi dari ITS Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya, menilai kenaikan sejumlah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan banyak mempengaruhi kondisi perindustrian dan perekonomian di Jawa Timur.

Menurut Kresna, perekonomian Jawa Timur digerakkan dengan mayoritas industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tidak akan terdampak langsung dengan kenaikan BBM.

"Karena yang naik ini kan jenis BBM yang menjadi konsumsi masyarakat menengah ke atas, tidak digunakan untuk proses industri kecil dan menengah," kata Kresna, Rabu (10/10/2018).

Pun demikian untuk industri besar, menurut guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini saat ini industri sudah semakin banyak yang pindah ke batubara.

Saat Jadi Presiden, Soeharto Ramal Kondisi Indonesia pada Abad 21, Pengamat: Ramalan Soeharto Benar

"Selain itu teknologi itu kan makin lama juga makin hemat energi terutama pada industri skala besar. Apalagi saat ini semakin banyak alternatif energi terbarukan," lanjutnya.

Kresna juga menilai, industri besar sudah mempunyai hitung-hitungan dan ancang-ancang untuk mengantisipasi naiknya harga BBM salah satunya adalah dengan efisiensi distribusi.

"Contohnya sekarang untuk industri, semua sudah menggunakan kontainer 40 feet tidak lagi 20 feet. Lalu banyak perusahaan yang punya sistim pergudangan untuk semakin memangkas alur distribusi. Seperti di pinggiran Surabaya dan Gresik kan makin banyak pergudangan. Saya kira proses produksi dan industri ini sudah semakin hemat karena perencanaan nya semakin baik," tambahnya.

Jika pun ada sebagian kecil harga barang yang naik, menurut Kresna hal tersebut bukan semata-mata karena harga BBM yang naik, namun lebih karena memang mengikuti harga minyak mentah dunia yang ikut naik, dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah sehingga membuat impor bahan baku menjadi lebih mahal.

Amien Rais Desak Jokowi Copot Tito Karnavian, Yusril Sebut Mengada-ada: Beda dengan Desakan Saya

"Jadi tidak semerta-merta ketika harga BBM naik semua harga komoditi ikut naik, kita lihat jenis BBM-nya dulu," pungkasnya.

Pemkot Batu Kawal Perkembangan Pertanian Organik, 14 Kawasan Organik Tersertifikasi

Berikut ini harga terbaru BBM di Jatim yang mengalami kenaikan harga:

Halaman
12
Penulis: Januar Adi Sagita
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved