Pemkot Batu Kawal Perkembangan Pertanian Organik, 14 Kawasan Organik Tersertifikasi

Pemkot Batu terus mengawal perkembangan pertanian organik ini. Dari sembilan kawasan pertanian organik saat ini bertambah menjadi 14 kawasan organik y

Pemkot Batu Kawal Perkembangan Pertanian Organik, 14 Kawasan Organik Tersertifikasi
sany eka/surya
Wali Kota Batu saat memanen hasil pertanian organik di Desa Sumberejo, Batu beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Sejak digencarkan pertanian organik dua tahun yang lalu, hingga saat ini masih belum banyak petani yang menerapkan pertanian organik.

Pemkot Batu terus mengawal perkembangan pertanian organik ini. Dari sembilan kawasan pertanian organik saat ini bertambah menjadi 14 kawasan organik yang sudah tersertifikasi.

14 kawasan itu adalah di Kecamatan Junrejo ada Desa Pendem, Kelurahan Dadaprejo, Desa Mojorejo, Desa Junrejo, Desa Beji, dan Desa Torongrejo. Kecamatan Batu ada Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, dan Desa Sumberejo. Dan di Kecamatan Bumiaji ada Desa Gunungsari, Desa Pandanrejo, Desa Giripurno, Desa Tulungrejo, Desa Sumberbrantas.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Batu, Yayat Supriatna mengatakan jumlah itu akan bertambah.

Biasa Tampil Glamor, Begini Penampilan Nia Ramadhani Tanpa Make Up dan Pakai Baju Ala Babydoll Mini

"Ada empat desa yang akan disertifikasi, Desa Pesanggrahan, Desa Tlekung, Desa Bulukerto, dan Desa Sumbergondo. Masih proses, akhir tahun 2018 ini selesai," kata Yayat pada TribunJatim.com, Rabu (10/10).

Untuk lolos sertifikasi, lanjut Yayat ada beberapa persyaratan dan kriteria agar lolos sertifikasi. Ia menyebutkan seperti pemetaan lahan, hasil pertanian, dan deskripsi produknya. Bahkan juga dilihat juga bagaimana pengendalian hamanya.

"Kami terus mendukung petani yang beralih ke pertanian organik. Target kami memang lahan organik ini bertambah," kata Yayat pada TribunJatim.com.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Batu Hendri Suseno menambahkan jika memang kendala pertanian organik itu adalah pemasaran. Namun pihaknya tidak tinggal diam. Tetap mencarikan solusi pemasaran. Semisal kerjasama dengan BUMD kota Batu yakni Batu Wisata Resource (BWR).

10 Pengganti Potensial Bila Jose Mourinho Keluar dari Manchester United Musim Ini

"Memang pertanian organik itu memiliki pasar sendiri. Kami tidak tinggal diam, tetap kami cari peluang disetiap kesempatan. Kami kerja sama dengan BWR, PHRI," kata Hendri.

Selain itu, pihaknya juga memberikan peluang kepada petani organik bisa tembus dengan menawarkan hasil pertanian organik.

Ada berbagai macam pertanian organik yang sudah dikembangkan. Di antaranya ada cabe besar, brokoli, andewi, selada, lettuce, sawi hijau, dan masih banyak lagi. (Sun/TribunJatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved