Penggantian Elastomer Baru Jembatan Brawijaya Kediri Terhenti

Sunarto, Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Kebinamargaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri menjelaskan, untuk sementara pen

Penggantian Elastomer Baru Jembatan Brawijaya Kediri Terhenti
(Surya/Didik Mashudi)
Salah satu bantalan karet elastomer Jembatan Brawijaya, Kota Kediri yang dilepas telah retak, Jumat (5/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penggantian elastomer baru Jembatan Brawijaya Kediri masih belum tuntas. Dari 96 titik elastomer lama yang harus diganti baru masih menyisakan 12 titik yang masih belum dilakukan pergantian.

Sunarto, Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Kebinamargaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri menjelaskan, untuk sementara penggantian elastomer masih terhenti.

"Penggantian elastomer masih berhenti sebentar. Dari 96 titik masih kurang 12 titik lagi," jelas Sunarto kepada TribunJatim.com, Rabu (10/10/2018).

Elastomer jembatan merupakan bantalan dari karet alam. Di dalamnya ada plat baja dengan ketebalan 5 ml sebanyak 4 lembar plat baja.

Terbukti Elastomer Jembatan Brawijaya di Kota Kediri Retak-retak

Khusus standar elastomer baru Jembatan Brawijaya yang dipasang memiliki ketebalan 7 cm, lebar dan panjang 60 cm x 60 cm. Elastomer Jembatan Brawijaya ini telah sesuai dengan kebutuhan jembatan yang memiliki empat lajur.

Sementara Yudi Istono, Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri menjelaskan, pihaknya melalui Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) terus melakukan pengawasan proses pembangunan jembatan hingga selesai.

"Jembatan Brawijaya penyelesainnya sempat tersendat, padahal jembatan ini sangat diperlukan masyarakat. Sehingga pelaksanaannya perlu dikawal supaya aman dan lancar," jelasnya pada TribunJatim.com.

Sementara terkait dilakukan pergantian elastomer di saat jembatan masih belum resmi difungsikan merupakan masalah teknis.

"Elastomer perlu diganti karena ada sesuatu yang dikhawatirkan. Supaya pekerjaan ini sesuai dengan kontraknya kalau ada hal yang tidak sesuai akan diganti," jelasnya.

Diharapkan dengan pendampingan TP4D penyelesaian Jembatan Brawijaya tidak ada hambatan. Petugas akan terus memantau dan monitoring supaya pembangunan jembatan sesuai dengan ketentuan.

Gempa 4,6 SR Goyang Bangkalan, Bupati Minta Masyarakat Tenang dan Tak Mudah Terpancing Isu

Seluruh pembiayaan dari penggantian elastomer jembatan masih menjadi tanggungan pihak kontraktor pelaksana PT Fajar Parahyangan. Tidak ada penambahan anggaran baru yang dikeluarkan Pemkot Kediri.

Diberitakan sebelumnya, elastomer Jembatan Brawijaya harus dilakukan pergantian karena ditemukan keretakan. Dari hasil penelitian tim ahli dari ITS telah menemukan adanya keretakan elastomer yang telah dipasang sehingga harus diganti dengan elastomer baru yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).(dim/ TribunJatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved