Polrestabes Surabaya Akan Tutup Akun Instagram Tersangka Kasus Perdagangan Bayi

Polrestabes Surabaya akan menutup akun instagram @konsultasihatiprivate yang digunakan AP (29), dalang perdagangan bayi online.

Polrestabes Surabaya Akan Tutup Akun Instagram Tersangka Kasus Perdagangan Bayi
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Polrestabes Surabaya menunjukkan barang bukti percakapan pelaku perdagangan bayi saat rilis kasus di Polrestabes Surabaya, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya akan menutup akun instagram @konsultasihatiprivate yang digunakan AP (29), dalang perdagangan bayi online.

"Kami akan bekukan dan jadikan barang bukti," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Rabu (10/10/2018).

Menurut Rudi, akun tersebut merupakan modus baru yang dilakukan tersangka untuk menjaring dua pihak membutuhkan.

Pihak yang dimaksud Rudi di antaranya orang-orang yang mempunyai masalah pengurusan anak di luar nikah, baik secara legal dan pembiayaannya.

Selain itu juga pihak orang-orang yang belum memiliki maupun yang ingin mendapatkan keturunan.

"Peristiwa ini potensial terjadi. Kami melihat pelaku utama menyiapkan media sosial ini memadukan dua kebutuhan orang yang punya masalah pengurusan anak dan orang yang belum mempunyai keturunan," ujar Rudi.

Rudi mengaku, pihaknya akan terus menelusuri modus tersebut terutama di media sosial yang dimanfaatkan pelaku untuk mencari keuntungan.

"Dia kemas menjadi konsultasi. Sindikat cara baru memanfaatkan media sosial menjaring dua keuntungan. Nanti kami tingkatkan dan patroli cyber siapa yang jadi korban," ucapnya.

Polda Jatim Ungkap Fakta Baru Kasus Swinger di Surabaya, Kalangan Pelanggan, Usia, hingga Lokasi

Sebelumnya, polisi menangkap empat pelaku perdagangan bayi melalui intagram.

Empat tersangka tersebut merupakan AP pemilik akun, LS, ibu bayi, KS sebagai bidan pensiunan, dan NS pembeli bayi.

Transaksi penjualan bayi diakui AP dilakukan sebanyak dua kali.

Kali terakhir bayi berusia 11 bulan diserahkan kepada adopter dengan harga Rp 15 juta.

Dari transaksi tersebut AP mendapat komisi sebesar Rp 2,5 juta sementara bidan mendapat Rp 5 juta.

Pengamat Sebut Kenaikan Harga BBM Tak akan Mempengaruhi Kondisi Industri dan Ekonomi di Jatim

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help