Bandar Narkoba Bungurasih Digerebek, Polisi Dapat Ribuan Barang Bukti

Polisi berhasil mendapatkan ribuan Barang Bukti, saat menggerebek bandar narkoba Bungurasih.

Bandar Narkoba Bungurasih Digerebek, Polisi Dapat Ribuan Barang Bukti
TRIBUNJATIM/IST
Andrew Sugara alias Andro (30) asal Rungkut Bharata Surabaya, Bandara Narkoba yang ditangkap di Bungurasih, Sidoarjo, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Satu lagi bandar narkoba di Sidoarjo berhasil diungkap polisi. Kali ini, giliran seorang bandar di kawasan Bungurasih yang menjadi sasaran penggerebekan petugas Satreskoba Polresta Sidoarjo.

Adalah Andrew Sugara alias Andro, pria 30 tahun asal Rungkut Bharata Surabaya yang selama ini tinggal di tempat kos Kampung Bungurasih Timur, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

"Tersangka ditangkap di tempat kosnya tersebut. Dan cukup banyak barang bukti yang disita petugas dari penangkapan ini," ungkap Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Poerwanto, Kamis (11/10/2018).

Ada ribuan barang bukti yang diamankan dari tempat kos tersebut. Diantaranya, dua bungkus plastik sabu-sabu yang berisi 15,23 gram dan 6,40 gram, atau totalnya 21,63 gram sabu.

Serta ada 10 plastik yang masing-masing berisi 1.000 butir pil koplo jenis LL, atau 10.000 butir pil koplo yang disita dari kamar kos tersebut.

Selain itu, polisi juga menemukan 66 kaplet masing-masing berisi 10 butir pil Trihexyphendil, alias 660 butir pil jenis tersebut.

"Juga diamankan beberapa alat isap sabu, timbangan, plastik pembungkus dan beberapa barang lain," sambung kasat.

Penggerebekan ini dilakukan setelah polisi mengincar bandar narkoba tersebut. Beberapa hari melakukan pengintaian, petugas kemudian berhasil meringkus Andro saat di Jalan Bungurasih.

Dari sana kemudian dikeler ke tempat kosnya. Dan dari kamar yang selama ini dihuni oleh tersangka itulah, polisi menemukan banyak narkoba.

"Setelah penangkapan ini, polisi masih berusaha melakukan pengembangan. Utamanya mencari bandar besar yang menyuplai narkoba ke tersangka ini," tutur Sugeng.

Ya, dalam pemeriksaan polisi, tersangka Andro mengaku mendapat barang dari seorang pria yang biasa dipanggilnya Gondrong. Bahkan, saat digrebek polisi, dia baru sekitar dua hari mendapat barang.

"Ketemuan di sekitar Bungurasih. Barang itu juga belum semua saya bayar, masih kurang Rp 10 juta," aku Andro di sela menjalani pemeriksaan polisi.

Dia menyebut, sabu dikulak dari Gondrong seharga Rp 20 juta, pil koplonya seharga Rp 7 juta, dan pil Trihexyphendil harganya Rp 1,65 juta.

Dari total barang sebanyak itu, dalam transaksi ada kekurangan Rp 10 juta. "Sabunya itu baru saya bayar Rp 10 juta, jadi kurang Rp 10 juta," sebutnya. (M Taufik)

Penulis: M Taufik
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help