Aksi KPK di Jatim

Bupati Malang Rendra Kresna Juga Kena Kasus Gratifikasi

Selain kasus korupsi DAK Dinas Pendidikan, Bupati Malang Rendra Kresna juga dijerat kasus gratifikasi. Keterangan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Saut

Bupati Malang Rendra Kresna Juga Kena Kasus Gratifikasi
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Rendra Kresna meresmikan Kampung Topeng Desa Jabung, Kamis (6/9/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selain kasus korupsi DAK Dinas Pendidikan, Bupati Malang Rendra Kresna juga dijerat kasus gratifikasi. Keterangan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (11/10/2018)

Rendra dijerat bersama dengan pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT). Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 3,55 miliar.

"RK diduga bersama EAT menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya sebagai Bupati Malang Periode 2010-2015 dan 2016-2020," kata Saut Situmorang, Kamis (10/11/2018).

Rendra diduga tidak pernah melaporkan gratifikasi itu ke KPK. KPK menegaskan, pejabat yang menerima gratifikasi wajib lapor hingga 30 hari ke depan sejak hari pertama menerima. Jika tidak menerima, maka akan ada risiko pidana korupsi.

KPK Tetapkan Rendra jadi Tersangka

Dalam kasus ini, Rendra dan Eryk Armando disangka melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sejak penyidikan dilakukan pada 4 Oktober 2018, KPK sudah menggeledah 15 tempat yang berkaitan dengan kasus ini. KPK menyita 15 ribu Dollar Singapura dari Rumah Dinas Bupati, Rp 305 juta dari kantor Dinas Bina Marga dan Rp 18.950.000 dari rumah salah satu ASN yang menjabat sebagai kepala bidang.(Benni Indo/TribunJatim.com)

Sumber : TribunJatim.com

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help