Gempa Sumenep

DPRD Jatim Dapil Madura Ini Minta Pemrov Jatim Sosialisasi Tanggap Bencana

Anggota DPRD Jatim dari daerah Jatim XI yang membawahi wilayah Madura, Mahhud mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya peringatan

DPRD Jatim Dapil Madura Ini Minta Pemrov Jatim Sosialisasi Tanggap Bencana
Twitter/@infoBMKG
Gempa area Jawa Timur 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah Jatim XI yang membawahi wilayah Madura, Mahhud mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya peringatan dini bencana. Hal ini diharapkan dapat menanggulangi jatuhnya korban tewas.

Menurut Mahhud, selain dengan memberikan early warning system, masyarakat perlu adanya sosialisasi tanggap bencana.

"Pemerintah harus benar-benar memberikan informasi yang jelas," kata Mahhud ketika dikonfirmasi TribunJatim.com di Surabaya, Kamis (11/10/2018).

"Sebab, selama ini masyarakat di Madura tidak mengetahui informasi terkait dengan potensi gempa di sana. Sehingga, kami tidak melakukan antisipasi," imbuh Mahhud pada TribunJatim.com .

Menurutnya, pemerintah tidak pernah melakukan sosialisasi, peringatan, maupun kegiatan antisipasi terkait potensi gempa di Madura.

"Pengetahuan masyarakat terhadap bencana alam selama ini hanya banjir dan tanah longsor," imbuh anggota Komisi C ini.

KPK Obok-obok Kantor Kadis PU SDA Kabupaten Malang Selama 4 jam, Ini Komentarnya

Ia pun bercerita bagaimana kegaduhan di daerah asalnya Bangkalan kala terjadi gempa berkekuatan 6,43 SR di timur laut Situbondo, Kamis (11/10/2018) dini hari. Untuk diketahui, bencana ini ternyata juga 'menggoyang' 22 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Bangkalan.

Kala itu, pihaknya sedang berada di kediaman kerabat yang sedang meninggal dunia. "Saya yang berada di Bangkalan juga sempat merasakan. Mereka langsung pulang ketika merasakan gempa untuk menyelamatkan sanak saudaranya," ungkapnya.

Mahhud bercerita bahwa mereka was-was dan trauma.

"Dikawatirkan, akan seperti di Palu dan Lombok. Apalagi, kawasan ini juga dekat dengan laut," katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help