Sekolah di Surabaya Makin Kelimpungan, Ratusan Rekening Diblokir & Bos Tak Cair, Hanya Ngelus Dada

Sekolah di Surabaya semakin kelimpungan, setelah ratusan rekeningnya diblokir dan BOS tidak cair dan hanya bisa mengeluh dan mengelus dada saja.

Sekolah di Surabaya Makin Kelimpungan, Ratusan Rekening Diblokir & Bos Tak Cair, Hanya Ngelus Dada
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mengkritik keras Pemkot Surabaya yang menahan pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) ke sejumlah sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta di Surabaya.

Menurut politisi PKB ini , dirinya menerima sejumlah keluhan dari kepala sekolah yang mengeluhkan adanya pemblokiran rekening untuk pemcairan dana BOS.

Pemblokiran rekening ini dikatakan Laila sudah berlangsung lebih dari seminggu. Sehingga banyak sekolah yang kelimpungan, kesusahan menjalankan operasional sekolah akibat keterlambatan pencairan dana BOS.

"Kami menerima laporan. Sepekan lalu ada sekolah yang mau ambil dana BOS di Bank Jatim, namun ternyata rekeningnya itu diblokir. Sekolahnya ada dari Mulyorejo dan Tenggilis Mejoyo. Sekolah hanya bisa mengelus (dada) dan mengadu menyampaikan masalah pelik yang dihadapi," tegas Laila, Jumat (12/10/2018).

Gaji 13 untuk 14 Ribu Pegawai Tak Kunjung Cair, Ketua DPRD Minta Risma Tak Pentingkan Diri Sendiri

Dia mengatakan, jumlah rekening yang diblokir ternyata mencapai ratusan. Laila mengaku sudah melakukan kroscek dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Namun ternyata ditemukan datanya memang ratusan yang belum cair dan ditahan oleh Dispendik agar tak dicairkan dulu oleh bank.

"Saat saya kroscek ke Dispendik alasannya ijin operasioanal sudah mati. Tapi beberapa Kepsek yang lapor ke saya, ijinnya masih hidup semua," bebernya.

Tidak hanya itu, dari pengakuan kepala sekolah yang mengadu ke DPRD Kota Surabaya, sekolah yang belum dapat mencairkan dana BOS itu harus dipastikan PPn dan PPh nya sudah selesai.

Surabaya Sering Gelar Event Dunia Tapi Ngaku Tak Punya Anggaran untuk Gaji 13, DPRD Heran sama Risma

Dirinya sangat menyayangkan sikap Pemkot Surabaya yang tidak memberikan sosialisasi ke setiap sekolah jika ada penundaan pencairan bahkan pemblokiran.

"Kalau memang ada pemblokiran, sehingga mereka nggak bolak balik ke bank, alasan pemblokiran pun tidak disampaikan di awal,” tambahnya.

Laila mengatakan bahwa kejadian yang menimpa sekolah ini mengagetkan sekaligus menjadi keprihatian seluruh anggota DPRD, khususnya di Komisi D.

Gus Ipul Tak Hadir, Air Mata Pakde Karwo Meleleh di Peringatan Pamungkas Hari Jadi 73 Pemprov Jatim

"Kami dengan teman-teman heran, mengapa sampai seperti ini, padahal dana ini dari pusat yang ditransfer dari Dispendik Provinsi Jatim. Kalau dianggap salah, teman-teman mengakui salah, tapi kalau diblokir kan sekolah tidak bisa bergerak, karena itu yang BOS untuk bulan Juli sampai dengan September," tandasnya.

Laila berharap, Pemkot Surabaya bisa segera memberikan solusi secepatnya karena menyangkut penyelenggaraan proses belajar mengajar di setiap sekolah. (fatimatuz zahroh)

KPK Terus Obok-obok Pemkab Malang, Bupati Rendra Kresna Kian Pasrah, Begini Pengakuan Blak-blakannya

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved