Meski Sudah Lapang Dada, Yuli Sumpil Nilai Sanksi yang Didapat Arema FC Terlalu Berat

Yuli Sumpil dirigen Aremania, menilai hukuman yang didapat Arema FC dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terlalu berat.

Meski Sudah Lapang Dada, Yuli Sumpil Nilai Sanksi yang Didapat Arema FC Terlalu Berat
TRIBUNJATIM/DYA AYU
Yuli Sumpil Dirijen Aremania. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Yuli Sumpil dirigen Aremania, menilai hukuman yang didapat Arema FC dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terlalu berat.

Komdis menghukum Singo Edan, dengan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga home maupun pada saat laga away sampai akhir musim kompetisi 2018.

Selain itu denda Rp 100 juta karena penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan penonton.

Menurut Yuli itu sanksi terlalu berat untuk Arema FC, karena harus menjalani pertandingan tanpa pendukung hingga kompetisi usai.

"Yang saya sayangkan kok seberat itu sanksi untuk tim. Padahal pertandingan itu aman, tidak sampai terhenti," kata Yuli Sumpil, Sabtu (13/10/2018).

Sebelum Kekuasaannya Tumbang, Soeharto Ternyata Sudah Siapkan Pengganti Dirinya: Orangnya Sudah Ada

Saat Jadi Presiden, Soeharto Ramal Kondisi Indonesia pada Abad 21, Pengamat: Ramalan Soeharto Benar

Bagi Yuli, sanksi tersebut harusnya dijatuhkan apabila perbuatan suporter dapat menghentikan pertandingan yang tengah berjalan.

"Kalau pertandingan terhenti ya.sanksi seperti itu wajar. Tapi inikan pertandingan tidak sampai terhenti," jelasnya.

Terlepas dari sanksi yang didapat Arema FC, Yuli yang juga mendapat sanksi berat dengan dilarangnya masuk stadion seumur hidup, mengaku legowo atas sanksi yang diberikan komdis padanya.

"Secara kesatria saya terima," ujar Aremania yang sudah sejak 1998 menjadi dirigen suporter itu.(myu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help