Tiap Minggu Temukan Bakteri Resisten Antibiotik, PAMKI Ingatkan Bahaya Penggunaan Antibiotik

Simposium ini diharapkan membuka wawasan masyarakat akan bahaya antibiotik. Karena penyebab terbanyak resisten ini karena salah pemakaian antibiotik.

Tiap Minggu Temukan Bakteri Resisten Antibiotik, PAMKI Ingatkan Bahaya Penggunaan Antibiotik
SURYA/SULVI SOFIANA
Pameran poster dalam “The 1st International Scientific Meeting on Clinical Microbiology and Infectious Disease” (ISM-CMID) , Sabtu (13/10/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para ahli mikrobiologi dari berbagai negara memaparkan perkembangan bakteri dan resistensinya terhadap antibiotik dalam “The 1st International Scientific Meeting on Clinical Microbiology and Infectious Disease” (ISM-CMID) , Sabtu (13/10/2018)

Dr Eko Budi Kundhori, anggota PAMKI sekaligus dokter yang bekerja di bidang mikrobiologi RSUD Dr Soetomo mengungkapkan, tiap minggunya ia menemukan 3 bakteri yang resisten pada antibiotik.

"Bakterinya biasa, tapi kalau resisten sama antibiotik bisa tidak biasa. Meskipun tidak semua bakteri yang kami temukan sudah menginfeksi pasien, sebagian belum masih menempel saja pada luka," ungkap pria yang juga ketua panitia perhelatan yang digelar Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI).

Jambret Handphone Siswi SMP di Pinggir Jalan, 2 Remaja Surabaya Tertangkap Setelah Dikepung Warga

Ia mengungkapkan simposium ini berlangsung bersamaan dengan Kongres Nasional PAMKI 2018 ke-10 dan Symposium Nasional Indonesia Antimicrobial Resistance Watch (IARW) 2018 ke-12.

Sehingga, banyak penelitian terkait mikroba yang juga dipamerkan dalam bentuk poster.

"Simposium ini penting karena bakteri yang resisten semakin menakutkan. Di Amerika ada yang meninggal karena resisten dengan antibiotik. Padahal di Amerika antibiotik jumlahnya banyak sekali dibandingkan di Indonesia," urainya.

Sehingga, kegiatan simposium ini juga bisa menjadi kajian agar ada langkah strategis menyebarnya bakteri resisten antar manusia.

Karena pengunjung pasien yang terkena bakteri resisten dari negara lain bisa saja berkunjung ke Indonesia.

"Simposium ini diharapkan membuka wawasan masyarakat akan bahayanya antibiotik. Karena penyebab terbanyak resisten ini karena salah pemakaian antibiotik," ungkap Eko.

Iapun mengungkapkan langkah paling utama dalam pencegahan resisten antibiotik ini dengan mengkonsumsi antibiotik sesuai penyakit dan dosisnya, dan tidak sembarangan membeli antibiotik saat sakit.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help