Tim Penyelesaian Kasus Sipoa: Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra Juga Korban Investor Palsu

Dua bos SIPOA grup Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra dipastikan menjadi terdakwa kasus dugaan penipuan konsumen apartemen.

Tim Penyelesaian Kasus Sipoa: Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra Juga Korban Investor Palsu
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Budi Santoso dan Klemens Sukarno saat jalani sidang di Ruang Cakra, PN Surabaya, Kamis (9/8/2018). Eksepsi mereka ditolak oleh majelis hakim karena tidak relevan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua bos SIPOA grup Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra dipastikan menjadi terdakwa kasus dugaan penipuan konsumen apartemen.

Ketua Tim Penyelesaian Kasus Sipoa, Eddy S. Wibowo menyebut keduanya belum terbukti menyelewengkan dana konsumen, jaksa pun belum mendatangkan sembilan saksi fakta dalam kasus tersebut.

Edi menyebut, terdakwa Budi dan Klemens merupakan korban penipuan dari seorang investor berinisial AW.

“Dia mengaku sebagai investor, dan akan membayar uang cash senilai Rp 50 miliar. Untuk meredam konsumen yang tengah demo dalam proyek. Nggak tahu dia darimana tiba-tiba datang begitu saja,” ujar Eddy.

(Hasil Babak Pertama Persebaya Vs Borneo FC: Pesut Etam Unggul 1-0, Bajul Ijo Gagal Samakan Kedudukan)

(Deretan Kostum Tamu Undangan yang Curi Perhatian Saat Royal Wedding Putri Eugenie)

Guna membuktikan diri sebagai investor, AW mencarikan cek senilai Rp 3,5 miliar, Budi dan Klemens pun semakin yakin.

Namun, cek-cek yang dikeluarkan AW selanjutnya diketahui palsu.

“Nah jadi, saya meminta penyidik mendalami, menggali siapa sebenarnya AW ini. Uang Rp 3,5 miliar itu sumbernya darimana. Saya yakin uang tersebut datangnya dari mafia yang menjebak Budi dan Klemens,” terangnya.

Eddy menyusuri investor fiktif itu, akhirnya dia menyimpulkan peran si AW untuk menjebak Budi dan Klemens melakukan tindak pidana dengan cek yang kosong, maka ditambahkan tindak pidana pencucuian uang.

“Orang yang menerima bukti cek kosong tidak serta merta menjadi terpidana. Dalam pembuktian materil harus diterbitkan dahulu ihwal cerita cek kosong itu,” lanjutnya.

(Persebaya Surabaya Vs Borneo FC: Pesut Etam Unggul Sementara 1-0 Berkat Sepakan Matias Conti)

(Deretan Kostum Tamu Undangan yang Curi Perhatian Saat Royal Wedding Putri Eugenie)

Dia menganggap skenario ini disusun sangat cerdas hingga harus memunculkan seorang investor palsu.

Pihaknya menuntut kepada Kapolda Jatim menemukan adanya dugaan penyimpangan penetapan tersangka. 

“Jadi tersangka ada enam dan ketiganya ditahan. Lainnya tidak karena menggunakan pengacara yang ditunjuk oleh ‘pihak Polda’,” tandasnya.

Artinya, pengacara terkait kasus Sipoa ini terbagi menjadi dua kubu mana yang benar-benar melayani konsumen dan tidak.

(Hasil Babak Pertama Persebaya Vs Borneo FC: Pesut Etam Unggul 1-0, Bajul Ijo Gagal Samakan Kedudukan)

(Bagikan Potret Jalan-jalan ke Pasar, Penampilan Sederhana Aura Kasih Banjir Pujian, Intip Fotonya!)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved