Tim Penyelesaian Kasus Sipoa Minta Penyidik Buktikan Terdakwa Memperkaya Diri

Ketua Tim Penyelesaian Kasus Sipoa, Eddy S. Wibowo meminta kepada berbagai pihak memantau langsung peradilan kasus yang menimpa Bos Sipoa.

Tim Penyelesaian Kasus Sipoa Minta Penyidik Buktikan Terdakwa Memperkaya Diri
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Budi Santoso dan Klemens Sukarno saat jalani sidang di Ruang Cakra, PN Surabaya, Kamis (9/8/2018). Eksepsi mereka ditolak oleh majelis hakim karena tidak relevan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Penyelesaian Kasus Sipoa, Eddy S. Wibowo meminta kepada Kapolri, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung untuk memantau langsung peradilan kasus yang menimpa Bos Sipoa, Budi dan Klemens.

Dia juga meminta kepada penyidik membuktikan, bagaimana terdakwa memperkaya diri dengan uang konsumen.

“Akhirnya dari 1.104 konsumen itu ada yang dari tim baik terdiri dari 12 orang mau menyelesaikan dengan mekanisme pemberian jaminan tanah selama 6 bulan senilai Rp 40 miliar. Jadi tim tersebut, nilai kewajiban Sipoa senilai Rp 18 miliar diberikan jaminan nilainya Rp 40 miliar,” bebernya, Sabtu, (13/10/2018).

Dia menyadari Sipoa saat ini sedang mengalami tengah discrush, disaat yang sama juga harsu memahami psikologi dari konsumen.

(Donasi Bonek untuk Korban Gempa-Tsunami Palu dan Donggala Capai Rp 375 Juta)

(Indonesia Lampaui Target di Asian Para Games 2018, Catur Jadi Penyumbang Medali Emas Terbanyak)

Dia pun memanggil koordinator dari konsumen tersebut, menunjukkan copy sertifikatnya.

Lantas Eddy meminta untuk mencari apprasial independen sendiri guna menghindari persepsi pihaknya merekayasa.

“Akhirnya mereka mencari dua aporasial setelah selesai dapat angka Rp 64 miliar. Kemudian tolong untuk mencari notaris sendiri. Buktikan di BPN ada tidaknya saat diperiksa ternyata Clear and Clean. Karena tanah ini tidak ada hubungannya dengan konsumen. Sebab, tanah ini dibeli sebelum ada penjualan, jadi itu yang saya minta ke Sipoa cari aset yang tidak ada hubungannya dengan konsumen,” jelasnya.

Dan teken di notaris, setelah dianggap berhasil pihaknya juga akan membuka musyawarah dengan kubu kedua dari pihak konsumen yakni P2S dengan role model.

“Yang penting ada komunikasi,” tandasnya.

(Berulang Tahun, Rossa Dapat Kejutan di Rumahnya dari Orang-orang Tersayang Seusai Pulang dari Sydney)

(Mobil CRV Baru yang Dikemudikan Terjun ke Jurang Sarangan, Model asal Ngawi Kritis dan Terjepit)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help