Mulai Pemerintahan dengan Fiskal yang Tak Bagus, Emil Sebut Pemprov Jatim akan Ambil Langkah Berani

Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemerintahannya mendampingi Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa akan penuh langkah inovatif.

Mulai Pemerintahan dengan Fiskal yang Tak Bagus, Emil Sebut Pemprov Jatim akan Ambil Langkah Berani
TRIBUNJATIM.COM/ISTIMEWA
Bupati Trenggalek, Emil Dardak saat hendak meninggalkan kediaman Khofifah Indar Parawansa, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemerintahannya mendampingi Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa akan penuh langkah inovatif.

Hal tersebut menurut Emil harus dilakukan, melihat kondisi fiskal nasional yang tidak baik, terutama nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah.

"Kita akan memulai langkah pemerintahan dengan fiskal kita yang tidak bagus, tidak seperti 5 tahun yang lalu saat pasangan gubernur sebelumnya mulai memerintah," kata Emil, Sabtu (13/10/2018).

Hadiri Paripurna Istimewa DPRD Peringatan Hari Jadi Jatim, Khofifah Akui Siap Dukung Jatimnomics

Pesta Kembang Api Meriahkan Hari Keempat Jatim Fair 2018, Rayakan Hari Jadi Jawa Timur ke-73

Untuk itu, dalam pemerintahannya mendampingi Khofifah nanti, Emil mengatakan, selain inovatif pemerintah juga harus berani mengambil kebijakan yang baru.

"Dalam kondisi fiskal ini kita harus mengambil langkah inovatif yang pasti mempunyai risiko dan belum tentu semua pilihan kita akan berhasil, tapi kalau kita pilih yang place save jangan berharap masalah kita akan selesai, jadi kita akan mengambil kebijakan yang bisa jadi berhasil, bisa jadi tidak," kata Emil.

Bupati Trenggalek ini mengatakan, untuk menyukseskan hal tersebut, masyarakat juga harus berperan serta dengan pemerintah.

Bupati Emil Elestianto Datang, GTT dan PTT Trenggalek Menangis Mengelukan Nasibnya

Dikritik Ketua DPRD Hanya Pentingkan Diri Sendiri, Pemkot Surabaya Akhirnya Akan Cairkan Gaji 13

"Semua inovasi pasti ada risiko gagal, tapi di sisi lain di situ kita harus mencoba melangkah maju, tapi jangan sembarangan juga harus dipetakan bagaimana inovasi kita itu," lanjutnya.

Emil mencontohkan milenial job center yang akan dicanangkan di pemerintahannya.

"Semua sangat excited (gembira) menyambut itu, tapi kita kan harus memetakan bagaimana sistemnya, contoh kecilnya mentornya itu siapa, apa orang yang sudah suskes menjadi freelance profesional masih mau mengajari orang lain, mungkin mereka sudah sibuk. Apa sistem insentifnya agar mereka mau, ini kan harus di-trial (coba) dan di-develop (kembangkan), jadi butuh waktu," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved