Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Tak Menengadahkan Kardus, Komunitas Reggae Gresik Galang Dana untuk Korban Gempa Palu Pakai Musik

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan dengan memainkan musik reggae mulai pukul 14.00-21.00 WIB di dua lokasi.

Tak Menengadahkan Kardus, Komunitas Reggae Gresik Galang Dana untuk Korban Gempa Palu Pakai Musik
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang dilakukan komunitas musik reggae Gresik. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bencana yang melanda Lombok dan Provinsi Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, dan sekitarnya) membawa anak-anak muda hingga dewasa berinisiatif menggalang dana bantuan.

Di perempatan lampu merah dan setiap pemberhentian lalu lintas, terlihat aktivitas penggalangan dana untuk korban bencana.

Berbagai macam caranya, ada yang menengadahkan kardus, dan ada juga yang memainkan musik patrol.

Tak ingin ketinggalan, beberapa kelompok musik reggae Gresik juga melakukan hal yang sama.

Shaggydog Menghentak Panggung Jatim Fair 2018 di Hari Jadi Jawa Timur ke-73  

Serunya Malam Minggu Arek-arek Suroboyo di Jatim Fair 2018 Bersama Tulus

"Yang menyelenggarakan kegiatannya Gresik Reggae Pantura (sebuah komunitas band reggae yang ada di Gresik Pantura) seperti Twister Reggae, Pochijan, Alaskan Reggae, Andhak Urap Urap, Nutrigel, Mashroom, dan Conspirae," kata Khoiruman, salah satu anggota band Twister Reggae saat menghubungi Surya.co.id (TribunJatim.com Network), Sabtu (13/10/2018).

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan dengan memainkan musik reggae mulai pukul 14.00-21.00 WIB di dua lokasi.

Pertama di Pertigaan Pangkah Wetan Gresik, dan lokasi kedua adalah Plengsengan Ngiboh, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik.

Prajurit Kodim 0817 Gresik Gelar Doa Bersama untuk Doakan Indonesia Aman dan Bebas Bencana Alam

Fakta Menarik Closing Ceremony Asian Para Games 2018, dari Bonus Atlet, Rekor hingga Semarak Kpop

Khoiruman mengatakan, dia dan teman-teman pemusik lainnya rencananya akan menyumbangkan hasil penggalangan dana keseluruhan, yang mencapai Rp 1.475.500 ke Palu lewat Kapal Kemanusiaan ACT.

"Karena kami bermusik, makanya kami mainkan musik untuk penggalangan dana. Sekaligus gak mau kalau cuma menengadahkan kardus, kalau gitu kan kurang greget dan kurang ada usahanya. Jadi musik-musik yang kita mainkan juga lagu-lagu kemanusiaan," ungkapnya. (Pipit Maulidiya)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help