Duta Seni Kota Pasuruan, Berdayakan Seniman Muda Berlatar Belakang Akademik

Ketua Paguyuban Pasuruan, Eddy Hadijanto, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batu, serta warga dan pengurus Pawarta (Paguyuban

Duta Seni Kota Pasuruan, Berdayakan Seniman Muda Berlatar Belakang Akademik
istimewa
Duta Seni Kota Pasuruan tampil di TMII jakarta Anjungan Jawa Timur 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Globalisasi merupakan proses rumit yang melibatkan semua unsur. Memiliki rangkaian panjang dan saling terhubung satu sama lain. Penyeragaman dengan dua kecenderungan bertentangan yang membuat interaksi rumit antara lokalisme dan globalisme.

 Hal ini jika tidak diwaspadai, menurut, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan, Drs. H. Hardi Utoyo, M.Si, berdampak secara signifikan terhadap berbagai sendi kehidupan dalam bingkai kebudayaan.

 “Tantangan bagi Pemerintah bagaimana budaya global ini tidak benturan dengan budaya lokal atau Nasional,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan di acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (14/10/2018).

 Globalisasi budaya pop, kata Hardi, berhasil mempengaruhi pola perilaku para remaja sekarang ini.

“Pergelaran seperti ini adalah upaya pelestarian. Oleh karena itu, untuk memberi keseimbangan upayakan membentuk komunitas seni dan budaya sebanyak-banyaknya. Jika bukan kita siapa lagi yang mau peduli,” ujar pejabat Daerah yang mengaku menjadi pembina belasan kantong kesenian dan budaya di Kabupaten dan Kota Pasuruan ini.

Hari Terakhir Pendaftaran CPNS, Kota Malang Sudah Terima 3990 Pelamar

 Turut menyaksikan acara ini Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM.

Ketua Paguyuban Pasuruan, Eddy Hadijanto, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batu, serta warga dan pengurus Pawarta (Paguyuban Warga Jakarta) asal Jawa Timur.

 Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur yang diisi grup kesenian dari Kota Pasuruan ini, menampilkan tari dan musik campursari. Tari Ngremo berjudul ‘Gagrak Suropati’ mengawali pertunjukan, yang dibawakan penari profesional, Parrisca Indra Perdana, S.Pd, M.Pd, asal Pasuruan.

Disusul kemudian penampilan tari ’Terbang Bandung’ yang dibawakan delapan penari.

Selanjutnya diselingi musik dan nyanyian campursari yang dipandu para Goyon Maton (pembawa acara komedian). Jelang babak akhir rombongan kesenian ini menampilkan drama tari berjudul ’Sambitan’, serta ditutup dengan tarian berjudul ‘Segoro Pujo’.

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved