Pemilu 2019

Para Santri Se Pasuruan Ikrar Jaga Persatuan dan Kondusifitas

pondok (pontren) pesantren di Jawa Timur serta daerah lain di Indonesia, saat Seminar Hari Santri di Hotel Pontren Darul Lughoh wad Dakwah (Dalwa), Ka

Para Santri Se Pasuruan Ikrar Jaga Persatuan dan Kondusifitas
(Surya/Galih Lintartika)
Santri dari Ponpes Pasuruan melakukan ikran persatuan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Di tengah suasana pesta demokrasi menghadapi Pemilu 2019, menjaga persatuan dan kesatuan, dengan menjaga kondusifitas serta keamanan dan kenyamanan, menjadi tekad para santri.

Itulah ikrar yang diucapkan ratusan santri dari perwakilan pondok-pondok (pontren) pesantren di Jawa Timur serta daerah lain di Indonesia, saat Seminar Hari Santri di Hotel Pontren Darul Lughoh wad Dakwah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Senin (15/10/2018).

Ada lima poin dalam ikrar yang diucapkan, pertama selalu berpegang teguh pada ajaran islam ahlussunnah wal jamaah.

Kedua selalu berupaya mengembangkan dakwah Islam rahmatan lil alamin. Ketuga berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Poin keempat, santri siap menjadi garda terdepan dalam mkembela agama dan negara. Sedangkan poin kelima, selalu menjaga ukhuwah islamiyah dan bersikap tasamuh (toleran) terhadap perbedaan yang bersifat furu’iyah dan bersikap tegas terhadap segala bentuk penympangan dan penistaan agama.

Ibu Roro Fitria Wafat Pagi Ini, Sang Artis Histeris di Rutan

“Memperkuat ukhuwah islamiyah dan menegaskan semangat nasionalisme para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Yang hadir dari perwakilan santri pontren se-Jawa Timur dan beberapa pontren di Indonesia. Pembicaraanya juga dari NU serta Pengurus Front Santri Indoneisa,” tegas Panitia Abdullah Al Haddad pada TribunJatim.com.

Tiga pembicara menjadi nara sumber dalam seminar itu, Wakil Rois PC NU Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf, Katib PC NU Pasuruan, KH Muhibbul Aman serta Ketua Umum Front Santri Indonesia, Habib M Hanif Alathas.

“Dalam bertindak menyikapi sesuatu, para santri harus tetap saling menghormati dan tidak saling menghujat. Makanya ikrar itu sangat sesuai bahwa santri harus menjaga ukhuwah islamiyah dan menjaga persatuan serta kesatuan NKRI,” tandas Wakil Rois NJU Pasuruan, Habib Abu Bakar pada TribunJatim.com .

Sementara, Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron (Gus Mujib) dalam pembukaan berharap agar santri kompak dan menjaga persatuan serta tidak bergerak sendiri-sendiri. Sehingga akan memunculkan kedamaian dan membuat kehidupan masyarakat menjadi dinamis dan harmonis.

Videonya Bareng Raffi Ahmad Disoroti, Cut Meyriska Beri Klarifikasi, Ini Fakta yang Diungkapkannya

“Kami minta santri tetap kompak menjaga persatuan, dan menyerahkan kepada kami selaku pemerintah, untuk bertindak memerangi kemungkaran. Kami minta para santri tidak bergerak sendiri, berikan informasi dan kami bersama aparat akan bergerak. Sehingga suasana tetap kondusif, tidak terjadi kegaduhan tertama dalam helatan demokrasi Pemilu nanti,” kata Gus Mujib.

Sedangkan Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyanto berharap agar para santri tidak terjebak dalam berita bohong (hoax). Sehingga santri tidak mudah terjebak dalam kepentingan yang justru memecah persatuan.

“Saat ini santri harus memperkuat tali silaturahmi, sehingga soliditas santri semakin mantap; dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tegas Supri. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved