Viral Video Siswa SMP Dianiaya Temannya di Jombang, Begini Kata Polisi

Sebuah video penganiayaan terhadap seorang siswa SMP oleh tiga teman sekelasnya, beredar

Viral Video Siswa SMP Dianiaya Temannya di Jombang, Begini Kata Polisi
net
Ilustrasi pemukulan dan kekerasan fisik 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebuah video penganiayaan terhadap seorang siswa SMP oleh tiga teman sekelasnya, beredar di kalangan tertentu beberapa hari terakhir ini.

Tak urung, rekaman video tersebut membuat heboh.

Dalam rekaman video berdurasi sekitar 20 detik itu, tampak jelas pelaku, belakangan diketahui berinisial AMS (14) terlihat melayangkan beberapa kali pukulan ke wajah korban, inisial SV (14).

Sedangkan empat teman pelaku lainnya hanya menonton, dan merekam dengan ponsel.

Keempat rekan pelaku itu berinisial AWR, MY, MAA dan MFC, seluruhnya usia 14 tahun.

Pengamat Anggap Sandiaga Uno Bawa Narasi Pesimistis, Langsung Beri Contoh Sosok Mahathir Mohamad

5 Fakta Terbaru Kasus Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi, Bodyguard Pangeran Disebut Jadi Pembunuh


Korban tidak berani melawan karena, takut dikeroyok.

SV hanya bisa pasrah ketika dipukuli di bagian kepala dan perut, hingga korban terduduk kesakitan dan menangis.

Peristiwa terjadi di dalam ruang kelas 8C sebuah SMP di Kecamatan Megaluh Jombang.

Meski begitu, tak seorang pun guru mengetahui kejadian itu, lebih-lebih melerainya. Tak jelas penyebab menghajar korban.

Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Sarwiji membenarkan adanya kejadian pengeroyokan tersebut dan sudah dalam penanganan Polsek Megaluh, karena kejadian berada di SMPN Megaluh.

"Benar telah terjadi kekerasan di muka umum secara bersama-sama terhadap korban berinisial SV," kata Sarwiaji kepada Surya (Grup TribunJatim.com), Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, peristiwa penganiayan terjadi di ruang Kelas 8C pada Sabtu 13 Oktober lalu.

Para pelaku, sambung Sarwiaji, seluruhnya masih di bawah umur. Itu pula sebab, kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

"Perkara ini juga tidak pernah dilaporkan ke polisi. Namun Polsek Megaluh telah memonitor dan menunggu perkembangan perkara tersebut," kata Sarwiadji, sembari menunjukkan surat pernyataan yang diteken kelima orang tua pelaku dan orang tua korban.

Surat tersebut intinya menyebut, perkara diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak 2 (orang tua pelaku) sanggup membiayai pengobatan korban.(uto/sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved