Akademisi Yakin Eksplorasi Migas di Jombang Kerek Sektor Ekonomi

Kegiatan usaha hulu minyak dan gas di Blok Brantas yang kini dikerjakan Lapindo Brantas Inc, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang

Akademisi Yakin Eksplorasi Migas di Jombang Kerek Sektor Ekonomi
SURYA/SUTONO
Kuliah umum tentang industri hulu migas di Universitas Hasyim Asyari, Tebuireng Jombang, Rabu (27/9/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kegiatan usaha hulu minyak dan gas (migas) di Blok Brantas yang kini dikerjakan Lapindo Brantas Inc, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, diyakini akan berdampak positif untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Darul Ulum Jombang Dr Junaidi MSi.

Akademisi ini mengatakan, Kecamatan Kesamben yang masuk dalam kawasan blok utara Jombang, akan berubah menjadi industri yang massif, sesuai rancangan tata ruang wilayah (RTRW) pemkab setempat.

"Rancangan Kabupaten Jombang membangun industrinya di kawasan utara. Kalau Lapindo jadi produksi di sana, ekonomi masyarakat bisa tumbuh pesat. Misalnya, tumbuhnya usaha baru yang mendukung," kata Junaidi kepada TribunJatim.com, Kamis (18/10/2018).

Menurut Junaidi, dari kacamata ekonomi, hadirnya kegiatan migas di Blok Brantas akan berdampak kepada tumbuhnya sektor ekonomi lain, baik yang mendukung industri (migas) maupun pelengkap dari industri itu sendiri.

8 Desa di Jombang Krisis Air Bersih


"Di situ juga akan melibatkan masyarakat di bidang ekonomi. Masyarakat juga bisa membuka usaha baru. Misalnya jasa yang mendukung industri itu, penginapan atau makanan misalnya. Itu juga peluang bagi masyarakat sana," terang yang juga pengajar di Fakultas Pascasarjana Undar ini pada TribunJatim.com.

Junaidi juga menyampaikan, hasil dari kegiatan migas ini akan bisa membantu pemerintah dalam hal pendapatan daerah. Dimana hasil dari pendapatan tersebut, akan kembali untuk kepentingan masyarakat.

Mahasiswa Semester Akhir Asal Tangerang Terlibat Kasus Perdagangan Bayi di Instagram

Junaidi juga menerangkan, suatu industri harus tetap berjalan di era industrialisasi saat ini, dengan memberi dampak positif di semua aspek.

"Kalau orang ekonomi melihatnya, ini (industri) tetap harus berjalan. Tetapi dengan persyaratan yang ketat, dan harus bisa memberikan nilai tambah, imbal balik ke masyarakat. Imbal balik ekonomi dan imbal balik sosial," pungkasnya.(uto/TribunJatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved