Rumah Politik Jatim

Lagi Proses Siapkan Pilwali Surabaya 2020, Fandi Utomo Sebut Bakal Ada Terobosan Baru

Bagi Fandi terobosan yang diusulkan PKB mempermudah konsolidasi demokrasi, memastikan pemerintah efektif sejak pertama kali pemimpin terpilih menjabat

Lagi Proses Siapkan Pilwali Surabaya 2020, Fandi Utomo Sebut Bakal Ada Terobosan Baru
pipit/Surya
Fandi Utomo (memakai jaket Banser), Musyafak Rouf (tengah), Sefta Rudianto. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah mendapatkan tantangan dari Gubernur Jawa Timur Terpilih, Khofifah Indar Parawansa untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surabaya, Fandi Utomo, mantan DPR RI dari Partai Demokrat (2014-2019) kini mulai menyiapkan diri.

Fandi mengaku akan maju Pilihan Wali (pilwali) 2020 dari Partai PKB.

Tepatnya, bermula dari statemen Khofifah saat tasyakuran di Wonokusumo.

"Saya tantang Pak Fandi Utomo untuk mencalonkan Wali Kota 2020," kata Fandi menirukan ucapan Khofifah, Jumat (19/10) usai mengisi acara Peringatan Hari Santri dengan Garda Bangsa, di Rolag Cafe Surabaya.

Mendapati tantangan itu, Fandi pun segera menjawabnya.

Datangi Bareskrim, Ahmad Dhani Sebut yang Melaporkannya hingga Jadi Tersangka Adalah Caleg Nasdem

3 Fakta Kunjungan Ma’ruf Amin ke Madura, Akui Dirinya Punya Darah dari Raja Madura

"Ini yang saya komunikaiskan dengan PKB dan saya sedang proses," imbuhnya.

Fandi mengatakan ada satu terobosan yang dilakukan PKB dalam Pilwali, yaitu menawarkan paket DPRD kota sekaligus dengan wali kotanya, seperti di beberapa negara lain yang menggunakan sistem pemilu konkuren.

Sistem pemilu konkuren yang dilakukan pusat, berarti memilih presiden beserta parlemennya.

Sementara pemilu daerah berarti memilih bupati, gubernur, walikota dengan DPRDnya.

"Karena sistem pemilu belum konkuren, apa yang ditawarkan PKB ini bisa jadi terobosan. Ada terobosan baru menawarkan wali kota pararel dengan caleg DPRD kotanya. Supaya komunikasi mudah, saya ingat pertama ibu Risma begitu terpilih, hampir tidak bisa berjalan dan dihimpit DPRD kota Surabaya," tambahnya.

Bagi Fandi terobosan yang diusulkan PKB mempermudah konsolidasi demokrasi, memastikan pemerintah efektif sejak pertama kali pemimpin terpilih menjabat.

"Makanya basis parlemen yang kuat, dukunglah PKB di DPRD surabaya. Lalu fraksi di DPRD Surabaya jangan banyak-banyak, jangan 16 fraksi sehingga ga efektif dan diskusi tidak pernah selesai sehingga hasilnya hanya monumental," tutupnya.

Pipit Maulidiya

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved