APBD Dirasa Belum Cukup Realisasi Transportasi Massal, Pengamat Minta Pemkot Malang Cari Alternatif

Saat ini, kemacetan nyaris terjadi disetiap sudut kota Malang akibat belum adanya moda transportasi massal yang memadai.

APBD Dirasa Belum Cukup Realisasi Transportasi Massal, Pengamat Minta Pemkot Malang Cari Alternatif
TRIBUNJATIM.COM/PIPIT MAULIDIYA
Ilustrasi macet 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Permasalahan kemacetan masih menjadi hal yang sulit terpecahkan di kota Malang.

Saat ini, kemacetan nyaris terjadi disetiap sudut kota Malang akibat belum adanya moda transportasi massal yang memadai.

Namun demikian, untuk saat ini kota Malang dinilai masih belum membutuhkan moda transportasi massal layaknya di Jakarta yang tengah membangun MRT ataupun LRT.

Hal itu, lantaran dilihat dari struktur kota yang tak sebesar Jakarta, tentu memerlukan kebijakan lain.

(Rahasia Risma Percantik Jalanan Surabaya dengan Taman Bunga, Ngaku Ajak Bicara dan Marahi Tanaman)

(Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu, 21 Oktober 2018, Emosi Leo Campur Aduk, Libra Banyak Pantangan!)

Hal itu seperti diungkapkan oleh pengamat transportasi Universitas Brawijaya, Ludfi Jakfar.

Ia menyebut bahwa biaya untuk membangun transportasi massal memang cukup besar, jika melihat APBD saat ini cukup sulit untuk merealisasikan mimpi membangun moda transportasi massal.

"Transportasi massal yang terintegrasi memang sebuah keniscayaan. Pemerintah harus mencari alternatif lain yang lebih efektif untuk mengurai kemacetan," katanya Sabtu (20/10/2018).

Dosen jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya itu menambahkan bahwa sejauh ini untuk kemacetan yang ada di wilayah kota Malang terbagi dalam beberapa titik.

Beberapa di antaranya seperti kawasan Soekarno Hatta, kawasan Pasar Besar dan beberapa lokasi lain.

(Absennya Stefano Lilipaly dan Mahamadou NDiaye Jadi Sebab Kekalahan Bali United dari Arema FC)

(BRI Targetkan Pengguna My QR Capai 200 Ribu Nasabah Sampai Akhir Tahun 2018)

Untuk bisa mengurai hal tersebut pemkot Malang harus mencari moda transportasi alternatif yang lebih efektif.

Halaman
12
Penulis: Alfi Syhari Ramadana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved