Berburu Tas Kulit dan Koper, Bangkitnya IKM Tanggulangin Sidoarjo

Industri kerajinan kulit Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo tak pernah mati. Sempat tenggelam akibat peristiwa semburan Lumpur Sidoarjo dan serbuan baran

Berburu Tas Kulit dan Koper, Bangkitnya IKM Tanggulangin Sidoarjo
M Taufik/Surya
Sukhaini menunjukkan tas hasil kerajinannya yang dipajang di Koperasi Intako. 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Industri kerajinan kulit Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo tak pernah mati. Sempat tenggelam akibat peristiwa semburan Lumpur Sidoarjo dan serbuan barang China, sentra kerajinan yang bermunculan sejak tahun 1975 itu tetap bertahan dan terus berjuang hingga berhasil bangkit kembali.

Sukhaini Said terlihat sibuk menata tas kulit di sebuah rak yang berada di barisan paling depan showroom Koperasi Intako (Industri tas dan koper) di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (23/10/2018).

Tas pinggang, dompet, tas laptop, dan sebagainya yang dipajang itu merupakan kerajinan kulit hasil karyanya bersama istri di rumah. Semua produk kerajinan yang dibuatnya dititipkan ke koperasi Intako untuk dijual di sana. Sistemnya konsinyasi.

Hasilnya lumayan, setiap bulan dia biasa meraup uang sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Belum lagi jika ada pesanan dan hasil berjualan via media sosial.

“Saya tidak punya toko sendiri, jadi jualannya hanya lewat koperasi dan online saja,” sebut pria 54 tahun tersebut pada TribunJatim.com.

Jelang Laga Manchester United Vs Juventus, Chiellini: Kami Masih Sangat Menyayangi Paul Pogba

Bapak tiga anak asli kelahiran Desa Kedensari ini mengaku sejak kecil sudah menjadi perajin tas kulit. Kemampuannya itu didapat dari sang ayah, almarhum Said, perajin tas yang juga salah satu pendiri Koperasi Intako.

“Bukan hanya saya, hampir semua warga di kawasan ini pekerjaannya adalah perajin. Pernah di data, jumlah perajin di sini mencapai sekitar 5.000 orang. Dan itu sudah turun-temurun sejak dulu,” kata dia.

Sentra-sentra kerajinan kulit di Tanggulangin bermunculan sejak kisaran tahun 1975. Karena kualitas produknya yang sangat bagus, tempat inipun menjadi jujugan warga yang membutuhkan tas, sepatu, koper, dan berbagai barang dari kulit.

Seiring berjalannya waktu, nama Tanggulangin terus menyebar seantero negeri ini. Pengunjung atau pembeli yang datang ke sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di sana pun berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Bahkan, banyak juga turis dari berbagai negara yang belanja di Tanggulangin.

“Masa-masa kejayaan itu terjadi sekitar tahun 1995 hingga tahun 2000-an. Saya masih ingat betul bagaimana ramainya tempat ini kala itu. Warga lokal maupun para wisatawan yang datang menggunakan bus seperti tak pernah sepi,” kisah pria ramah ini saat ditemui di sela kesibukannya pada TribunJatim.com.

Pelamar CPNS di Kota Batu Ramaikan Grup Help Desk Telegram, Ada yang Mengeluh Tak Lolos Administrasi

Halaman
1234
Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved